Kredit Macet Bank Mandiri
Saksi: Domba Mas Back Up PT CGN
Senin, 21 Nov 2005 15:21 WIB
Jakarta - Grup Domba Mas dianggap ikut mem-back up PT CGN dalam mengajukan kredit investasi ke Bank Mandiri sebesar Rp 165 miliar."Pemahaman saya CGN di-back up penuh oleh Grup Domba Mas," kata Relationship Manager Bank Mandiri Sucipto Prayitno.Kesaksian ini disampaikan dia dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2005).Sidang yang diketuai M Syarifuddin menghadirkan 3 terdakwa, yakni Direktur Utama PT Cipta Graha Nusantara (CGN) Edyson BS, Komisaris PT CGN Saipul Anwar, dan Direktur Keuangan Diman Ponijan.Apa dalam nota analisa disebut? tanya jaksa penuntut umum (JPU) FX Soehartono. "Tidak ada," jawab Sucipto.Jadi itu anggapan Anda? tanya Soehartono. "Betul," kata Sucipto.Kenapa dalam analisa tidak disebutkan Domba Mas, sementara Anda yakin debitor bisa menyediakan self financing? tanya Soehartono."Karena ada keyakinan self financing bisa disediakan. Keyakinan ini dari pertemuan sebelumnya. Staf Domba Mas pun aktif memberikan data-data mengenai PT CGN," kata Sucipto.Kenapa berpikir Domba Mas menanggung apa ada penyataan resmi? ujar Soehartono. "Secara legal tidak ada. Tetapi dari pertemuan itu tergambar PT CGN didukung Grup Domba Mas. Grup Domba Mas memiliki kredit yang besar di Bank Mandiri, jadi kami percaya," ujar Sucipto.Kunjungan ke lapangan apakah saksi tahu ada penyewa dari Diskotek The Song dan Restaurant The Ocean Palace? cecar Soehartono.Sucipto menjawab tidak tahu. "Walaupun saya tahu, pemahaman saya itu fasilitas dari Tiara Tower," kata Sucipto.Anda tahu atau tidak PT CGN membeli Tahta Medan? tanya Soehartono."Saya membaca cessie hak tagih sebesar US$ 31 juta untuk membeli aset kredit PT Tahta Medan. Saya tidak tahu, yang saya tahu kredit Bank Mandiri Rp 160 miliar untuk pembelian aset kredit. US$ 31 juta besarnya tagihan yang diperjualbelikan," kata Sucipto.
(aan/)











































