F-PAN DPR Kritik Program 'Merdeka Belajar' Mendikbud Nadiem

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 18:44 WIB
Diskusi 'Indonesia Maju: Kehidupan Bangsa nan Cerdas' di Pejaten (Eva/detikcom)
Jakarta - Anggota Komisi X dari Fraksi PAN DPR, Zainuddin Maliki, mengkritik empat program merdeka belajar yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Zainuddin mengatakan program itu tidak urut alias lompat-lompat.

"Menurut saya (program merdeka belajar) ini bagus, hanya bagaimana meletakkan konteks pendidikan yang utuh. Menteri kita juga berpikirnya lompat-lompat. Sayangnya beliau nggak hadir (di diskusi ini)," ujarnya dalam diskusi 'Indonesia Maju: Kehidupan Bangsa Nan Cerdas' di Kantor Pergerakan Indonesia Maju, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).


Zainuddin pun mempersoalkan urutan program merdeka belajar yang tidak urut. Seharusnya, menurut dia, urutan yang benar ialah zonasi, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lalu dilanjutkan dengan hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN).

"Kita lihat lompat-lompatnya seperti apa menteri kita ini. Begini... kalau lempar istilahnya merdeka belajar, apa maksudnya? Kita lihat, zonasi ditaruh di belakang, kemudian RPP di belakang, yang di depan USBN sama UN," ucap politikus PAN itu.

"USBN itu kan evaluasi, mestinya ditaruh di belakang. Yang pertama itu zonasinya, baru RPP nya karena RPP itu kan proses, baru kemudian hasil evaluasi USBN dan UN," lanjut Zainuddin.


Tonton juga Kemendikbud: Adanya UN Buat Bimbel Berjamuran :


Selanjutnya
Halaman
1 2