Sidang Suap Reklamasi Kepri

Jaksa KPK Ungkap di Mana Gubernur Nurdin Simpan Duit Suap

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 16:24 WIB
Gubernur Kepri Nonaktif Nurdin Basirun (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Rupanya setiap penerimaan suap dalam bentuk tunai selalu disimpan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif Nurdin Basirun. Di mana Nurdin menyimpan uang-uang itu?

Awalnya jaksa KPK menanyakan tentang keterangan dari seorang saksi bernama Hendri Kurniadi. Dia tercatat menjabat Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia Pemprov Kepri. Hendri mengaku pernah mendengar bila Nurdin kerap menerima setoran dari kepala dinas hingga kontraktor.

"Di BAP (berita acara pemeriksaan) nomor 7 poin 3 halaman 6, saya bacakan, mohon izin yang mulia?" tanya jaksa pada majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).

"Ada juga penerimaan yang berasal dari APBD yang berasal dari setoran rutin kepala dinas, penerimaan dari rekanan, atau pihak ketiga atau fee proyek," sambung jaksa membacakan BAP milik Hendri tersebut.


Hendri, yang duduk di kursi saksi, membenarkan isi BAP itu. Namun Hendri mengaku hanya mendengar informasi itu.

"Saya dengar tapi tidak pernah lihat. Dengar di perjalanan kepala dinas kan sering bercerita Pak, dari kepala dinas," kata Hendri.

Rupanya sebelum menjadi Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia Pemprov Kepri, Hendri menjabat Kepala Bagian Protokoler Gubernur Kepri. Dia pernah tahu uang setoran untuk Nurdin adalah dari Edy Sofyan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri.

"Ikut berpartisipasi memberi. Sumbernya saya nggak tahu, Pak, tapi itu dari uangnya beliau," kata Hendri.

Selain kadis, Hendri menyebut telah mendengar Nurdin menerima dari pengusaha Johanes Kennedy Aritonang. Penerimaan uang itu terkait izin prinsip pemanfaatan laut untuk tujuan pariwisata.

"Saya dengar dari ajudan beliau ada tentang pariwisata," ucap dia.


Tonton juga Terbukti Suap Gubernur Kepri, Seorang Nelayan Diganjar Hukuman Ini :