Hukuman Disunat Mahkamah Agung, Ini Perjalanan Kasus Pengacara Lucas

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 19 Des 2019 08:52 WIB
Lucas (ari/detikcom)
Jakarta - Jelang akhir tutup tahun, Mahkamah Agung (MA) kerap menyunat hukuman para terdakwa/terpidana korupsi. Terkini penyunatan hukuman diberikan kepada pengacara Lucas yang menghalang-halangi penyidikan KPK atas eks bos Lippo Grup, Eddy Sindoro.

Berikut perjalanan kasas yang menjerat Lucas sebagaimana dirangkum detikcom, Kamis (19/12/2019):

21 November 2016
KPK menetapkan mantan Presiden Komisaris Eddy Sindoro sebagai tersangka penyuapan Panitera PN Jakpus Edy Nasution. Eddy Sindoro mangkir panggilan KPK berkali-kali.

4 Desember 2016
Eddy Sindoro menghubungi pengacarannya, Lucas untuk menghadapi proses hukum KPK. Lucas memberikan pendapat hukum sebaliknya.

Lucas meminta Eddy Sindoro pindah kewarganegaraan dengan membuat paspor Republik Dominika. Bermodal paspor itu, Eddy Sindoro jalan-jalan ke luar negeri.
Hukuman Disunat Mahkamah Agung, Ini Perjalanan Kasus Pengacara Lucas

7 Agustus 2018
Eddy Sindoro hendak terbang dari Malaysia ke Bangkok. Tapi Imigrasi mencekalnya karena menggunakan paspor palsu.

16 Agustus 2018
Pengadilan Malaysia menjatuhkan hukuman denda 3 ribu ringgit ke Eddy Sindoro. Eddy Sindoro kemudian dideportasi ke Indonesia.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3