Pengacara Desak Polisi Sita Seluruh Mobil Rental

Skandal Bisnis Mobil Rental

Pengacara Desak Polisi Sita Seluruh Mobil Rental

- detikNews
Senin, 21 Nov 2005 13:25 WIB
Bandung - Pengacara enam pengusaha mobil rental yang menjadi korban penipuan PT SCP mendesak kepolisian agar segera menyita seluruh kendaraan yang kini berada di pihak ketiga. Kendaraan yang telah diedarkan oleh PT SCP itu mencapai 40 unit. Saat ini di duga seluruh kendaraan roda empat dari berbagai jenis itu berada di pihak kalangan militer.Di duga PT SCP ini telah menggelapkan kendaraan roda empat milik beberapa pengusaha rental di Bandung ini mencapai 380 unit. Beberapa jenis kendaraan ini adalah Kijang Innova, Honda Jazz, Suzuki APV, Suzuki Karimun, Isuzu Panther, Toyota Vios, dan lain-lain. "Saya tidak tahu kenapa kepolisian tidak bergerak cepat. Padahal penting sekali untuk segera menarik dan menyita kendaraan terlebih dahulu," ungkap kuasa hukum 6 pengusaha rental, Sahad saat dihubungi oleh detikcom, Senin (21/11/2005) di Bandung. Ia memperkirakan jumlah kendaraan yang berhasil digelapkan oleh PT SCP sangat banyak. Pasalnya, hingga saat ini belum semua korban dari pengusaha mobil rental yang melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Saat ini, menurutnya, PT SCP telah menghentikan usaha bisnisnya. Direktur utama PT SCP, Nyonya IH saat ini masih mendekam di Rumah Tahanan Banceuy Bandung sebagai tahanan sementara pihak kejaksaan. Tidak diketahui dengan pasti bisnis perusahaan tersebut. Tersiar kabar PT SCP ini bergerak di bidang trading company.Pada prinsipnya, lanjut Sahad, kliennya hanya meminta agar semua mobil yang telah di sewa oleh PT SCP ini kembali lagi dengan utuh. Kliennya ini tidak banyak menuntut banyak terhadap Direktur Utama PT SCP, Nyonya IH yang telah dijadikan tersangka utama dalam kasus ini. Menurut dia, Nyonya IH dianggap telah melakukan penipuan dan penggelapan. Untuk kasus penipuannya, Nyonya IH dianggap telah melanggar kontrak surat perjanjian sewa menyewa dengan tidak melakukan pembayaran. Sedangkan untuk kasus penggelapannya, Nyonya IH dianggap telah menghilangkan kendaraan dari pihak pengusaha rental kepada pihak lain. "Sudah dipastikan 95 persen kendaraan dari rental berada ditangan oknum militer. Tapi bukan melibatkan intitusi. Hanya perorangan saja. Saya belum berani ngomong dari institusi mana saja. Dia sangat mengenal terhadap kalangan perwira menengah," ungkapnya. (jon/)


Berita Terkait