Proyek SPAM Mamminasata di Sulsel Mandek 7 Tahun karena Pembebasan Lahan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 22:36 WIB
Kunjungan Komisi V DPR RI di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (18/12/2019). (Noval/detikcom)
Makassar - Proyek strategis nasional di Sulsel untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa/Gowa dan Takalar) hingga saat ini masih terhenti karena masalah pembebasan lahan. Sudah 7 tahun proyek tersebut belum dapat dilanjutkan.

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Ahmad Asiri saat kunjungan Komisi V DPR RI di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (18/12/2019).

"Program ini sudah 7 tahun kita rencanakan dan sampai saat ini kita belum bisa melanjutkan. Jadi persoalannya ada di lahan," ujar Asiri dalam pertemuan tersebut.



Atas hal tersebut, Balai Prasarana Permukiman Sulsel sudah berkoordinasi dengan Pemkot Makassar. Hasilnya Pemkot melalui PDAM Kota Makassar akan melakukan revisi amandemen dengan pihak ketiga.

"Yaitu yang dilakukan dengan PT Tirta, sehingga lahan infrastruktur yang menjadi pilihan kita itu bisa segera kita lakukan untuk ditindaklanjuti," paparnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2