Disemprot Obat, Pedagang Takut Burungnya Tak Bisa Ngoceh
Senin, 21 Nov 2005 13:05 WIB
Surabaya - Surabaya sibuk mengantisipasi avian influenza (AI). Tim khusus dari Dinas Pemantapan Pangan dan Dinas Peternakan Pemerintah Kota Surabaya dan PT HM Sampoerna melakukan penyemprotan desinfektan di lima pasar tradisional dan tiga pasar burung, Senin (21/11/2005) pagi.Pasar disemprot misalnya Pasar Soponyono Rungkut, Pasar Pucang dan Pasar Burung Bratang. Petugas yang menurunkan dua alat penyemprotan itu blusukan ke dalam pasar dengan target pedagang unggas yang masih hidup maupun yang sudah disembelih.Kedatangan tim ini sempat membuat kaget pengunjung di Pasar Soponyono Rungkut. Mereka sempat ketakutan karena dikira AI sudah menjangkiti daging ayam yang dijualbelikan di pasar tersebut. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Ratmana Gayatri, Kasubdin Peternakan Dinas Pemantapan Pangan Kota Surabaya yang ikut turun, bahwa kedatangan tim itu untuk melakukan penangkalan, pengunjung pun bisa bernafas lega. Sebaliknya, pedagang daging ayam lebih kooperatif sebab mereka telah memaklumi tindakan antisipasi itu. "Ya tidak apa-apa. Kan tujuannya biar daging ayam ini aman dari flu burung," kata Mutmainah, salah satu pedagang daging ayam.Usai dari Rungkut, tim bergeser ke Pasar Burung Bratang. Di pasar yang dihuni puluhan pedagang satwa itu sempat terjadi ketegangan dengan petugas yang hendak menyemprot sangkar-sangkar berisi burung. Pedagang takut akibat penyemprotan ini, burung dagangannya tidak bisa menyanyi."Pak, kalau nanti burung punglor saya tidak bisa ngoceh gimana," bentak salah satu pedagang dengan logat Madura. Dan mereka memastikan kepada tim bahwa di wilayahnya terbebas dari AI. Namun petugas tidak mau kompromi. Setelah memberikan penjelasan panjang lebar, akhirnya petugas diperbolehkan melakukan penyemprotan dengan leluasa. Namun di raut wajah pedagang masih tampak rasa was-was ketika satu per satu burung miliknya disemprot.
(nrl/)











































