Preman Bayaran Ancam Pengusaha

Skandal Bisnis Mobil Rental

Preman Bayaran Ancam Pengusaha

- detikNews
Senin, 21 Nov 2005 12:57 WIB
Bandung - Akibat munculnya kasus ini, tak jarang para pengusaha mobil rental mendapat ancaman yang dilakukan oleh preman bayaran. Preman ini mengancam akan membunuh para pengusaha mobil rental jika tetap memaksa untuk mendapatkan mobilnya kembali.Preman bayaran menganggap bahwa kendaraan tersebut telah menjadi haknya orang-orang yang telah menitipkan uang kepada PT SCP. Preman ini juga mengancam akan membakar mobil tersebut."Di rumah saya, preman bayaran sempat memperlihatkan senjata. Anak dan istri saya ketakutan. Aneh, kenapa kami yang mendapatkan ancaman. Padahal mobil itu hak kami, bukan mereka. Kita hanya menuntut mobil kami dikembalikan. Itu saja," cetus Kukuh Adiarto dari Salam Rental Car. Menurutnya, ancaman ini juga dilayangkan kepada para pengusaha rental lainnya.Hingga saat ini, menurutnya, preman itu masih suka mendatangi rumahnya. Dia juga mengaku telah mengganti nomor selulernya sebanyak 5 kali. Preman juga sering menghubungi dan mengirim SMS dengan nada mengancam. Karena merasa takut dan terancam, dirinya berencana akan pindah rumah untuk sementara waktu.Menurut dia, dirinya pernah mendatangi sebuah rumah di kompleks kalangan militer untuk mengambil mobil miliknya. Saat itu, dirinya juga didampingi polisi. Sial, sang petugas polisi tak berani untuk mengambil mobil milik Salam Rental Car."Keluar dari mobil saya saja tak berani. Kata dia, kalau mobil itu dipakai di luar kompleks baru berani. Eh, tapi itu juga tergantung siapa yang bawanya," ungkapnya.Sambil tersenyum, dirinya mengaku sempat mengadu ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia mengirimkan SMS ke nomor 4949. Dalam SMS tersebut dirinya mengirimkan persoalan kasus ini dan betapa beratnya menghadapi persoalan yang tengah dihadapinya tersebut. SMS-nya kemudian mendapat balasan singkat. "Pengaduan anda sudah ditampung. Pengaduan akan ditindaklanjuti. Ttd Presiden RI.""Yah, begitulah bunyi balasannya. Saya mau kirim juga untuk Kapolri Jenderal Pol Sutanto," ungkapnya sambil tersenyum lebar.Rencananya, sebanyak 30 korban akan membentuk sebuah forum yang terdiri dari para pengusaha rental mobil. Forum tersebut dibentuk dengan tujuan sebagai forum komunikasi antara korban. Termasuk melakukan pendataan angka kendaraan yang telah pindah tangan. Dan melakukan pemeriksaan surat kontrak kerja pada tiap perusahaan rental yang menjadi korban dari PT SCP. (jon/)


Berita Terkait