Kolaborasi Duta Bangsa-ESQ, Putri Tanjung Berbagi Skill Wajib Milenial

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 20:36 WIB
Kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ (Marcelino/Duta Bangsa)
Jakarta - Staf Khusus Presiden Putri Indahsari Tanjung jadi pembicara di acara seremoni kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ. Dalam forum ini, Putri Tanjung berbagi skill yang harus milenial miliki. Apa saja itu?

"Yang pertama, saya selalu percaya usia itu bukan halangan, tapi peluang, karena di 2020 generasi milenial itu sudah outcome the number older generation Indonesian. Jadi kitalah nanti yang bisa menentukan Indonesia itu seperti apa sih. Jadi menilai ini usia itu bukan hambatan, tapi peluang," kata Putri Tanjung, yang juga Founder and CEO Creativepreneur Event Creator, CBO Kreavi ini.

Hal ini disampaikan Putri Tanjung dalam acara peresmian kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ di Menara Mega Syariah di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/12/2019). Putri menjadi pembicara bersama ibunda tercinta, Founder Duta Bangsa Anita Ratnasari Tanjung.


Dalam forum ini, Anita Ratnasari berbicara mengenai tiga kunci sukses generasi muda, yakni inovasi, kreativitas, dan entrepreneurship yang juga diajarkan di Duta Bangsa. Duta Bangsa, yang 18 tahun berkiprah dalam pendidikan nonformal, kini berkolaborasi dengan ESQ menginisiasi training 'How to get Ready for a Bright Future' yang akan mengantar generasi muda menuju sukses.

Putri Tanjung lantas melanjutkan paparannya soal top skill millennial. Yang pertama adalah complex problems solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility.

"Banyak sekali dari skill ini yang nggak kita dapatkan saat kita kuliah, atau SMA atau SMP. Saya baru sadar bahwa skill ini penting banget setelah saya menjalankan bisnis 5 tahun. Yang paling simpel misalnya, cognitive flexibility, sekarang kan milenial suka banget kalau nonton TV sambil main handphone, sambil baca apa, jadi multitasker," terang Putri Tanjung.

Skill semacam itu, menurut Putri Tanjung, harus dimiliki milenial agar bisa bersaing. Kenapa? Karena di tahun 2022 ada 75 juta pekerjaan yang akan hilang karena teknologi.

"75 juta pekerjaan akan hilang. Jadi kalau sumber daya manusianya nggak kuat, sumber daya manusianya gitu-gitu aja, ya kita akan hilang, kita akan bisa bersaing sama robot. Itu artinya apa buat kita, artinya adalah kita harus punya skill-skill ini, creativity, indication, collaboration, dan agile mindset," katanya.


Creativity menjadi hal penting sebagai aset dasarnya. Milenial bisa melihat peluang dan bisa mengeksekusi peluang itu dengan kreativitas.

"Yang kedua adalah inovasi, abis itu collaboration. Ini yang paling penting karena kita nggak bisa bekerja sendiri. Kita harus bekerja bareng-bareng, kita mau bikin dampak lebih besar, kita harus berkolaborasi," ujar putri pengusaha nasional Chairul Tanjung ini.

"Jadi jangan sampai, apa namanya, dengan kompetisi yang semakin luar biasa ini malah jadi penghalang kolaborasi, justru untuk berkolaborasi. Makanya di Duta Bangsa juga diajari gimana caranya kita bisa menjadi good team player, itu salah satu yang menurut saya sangat penting karena itu adalah salah satu kunci untuk kita bisa sukses," sambungnya.

Yang tak kalah penting adalah agile mindset. Milenial harus terus belajar dan tak boleh gampang puas. "Karena sekarang disrupsi itu ada bukan hanya setiap jam, tapi setiap menit, bahkan setiap detik," terang Putri Tanjung.


Menurut Putri Tanjung, milenial maupun generasi Z harus menjadi agile leader. Harus menjadi orang yang gampang beradaptasi. Ia lantas mengungkap bagaimana membangun bisnis selama lima tahun.

"Memang anak milenial harus punya karakter yang kuat untuk bisa enjoy the process, karena dengan proses itu kita belajar banyak kegagalan dari penolakan dari apa pun itu," katanya.

Dan yang terakhir harus dimiliki milenial, menurut Putri, adalah berani meracik sukses sendiri. "Jadi setiap orang punya racikan suksesnya masing-masing. Yang paling penting adalah untuk berkarya atau mau memulai sesuatu yang paling penting adalah why-nya, kan ada dorongannya. Semua orang pasti melakukan sesuatu karena ada dorongannya, trigger yang kuat," pungkasnya.




Tonton juga video Jadi Entrepreneur di Usia Muda, Putri Tanjung: Nggak Bisa Instan:

[Gambas:Video 20detik]



(van/imk)