Pekerjaan Proyek di Tol Dihentikan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 13:22 WIB
Foto: Diskusi publik persiapan angkutan mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta - Polri menyiapkan sekitar 150 ribu personel untuk libur Natal dan Tahun Baru. Polri juga mengantisipasi kemacetan selama libur panjang akhir tahun.

"Bahwa Nataru ini kepolisian telah menyiapkan personel total 155.959 personel," kata Kepala Seksi Patroli Jalan Raya Korps Lalu Lintas AKBP Dedy Suhartono di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Personel polisi dari Polda yang daerahnya memiliki jalan tol seperti Tol Trans Sumatera, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat juga akan membantu. AKBP Dedy menyebut kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru akan dibagi menjadi dua.


"Kemenhub akan menyiapkan kendaraan yang dibatasi. Kemudian prediksi 21-22 arus kegiatan Natal, kemudian kembali lagi prediksi arus balik tanggal 25 Desember," sebut Dedy.

Dedy menjelaskan titik-titik rawan kemacetan di tol. Menurutnya, kemacetan ini karena beberapa faktor.

"Daerah rawan kemacetan Tol Cikampek dari Bekasi Timur sampai Karawang Barat. Ini kerawanan karena ini industri dan banyak kendaraan besar yang melintas. Luas jalan tol masih ada pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung, Tol Cibitung Cilincing. Keberadaan proyek ini membuat jalan jadi sempit dari 4 lajur jadi 3 karena ada penyempitan," sebut Dedy.


Dedy menyebut akan ada pembatasan angkutan barang. Menurutnya, akan ada juga penghentian pekerjaan proyek selama Operasi Lilin.

"Pembatasan angkutan barang. Kemenhub sudah membatasi angkutan barang. Kalau nggak salah 21-22, tanggal 30-31. untuk ini akan ada penghentian pekerjaan proyek di tol selama operasi lilin," sebut dia.

Selain itu, jika lalu lintas di tol padat selama libur Natal dan tahun baru, Polri akan melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas.

"Rekayasa lalu lintas karena terpaksa apabila padat sekali melakukan contra flow dan one way. Rekayasa jalan tol, kalau normal nggak maslah. Kalau one way menggunakan jalur a dan b ini jadi satu arah tentu ada yang dikorbankan. Kita menunggu 1 jam. Pembatasan kecepetan agar tidak terjadi penumpukan. Pintu gate tol itu untuk memperlambat tidak terjadi penumpukan," jelas Dedy.

"Pada intinya Korlantas siap untuk melaksanakan tugas untuk mengamankan arus lalu lintas pada kegiatan Nataru. Sudah biasa kami tidak libur, kami senang dalam melaksanakan tugas," tutur Dedy.


Sementara itu Direktur Preservasi Jalan Kementerian PUPR Atyanto Busono mengatakan pihaknya telah memastikan kondisi jalan untuk libur Natal dan Tahun Baru. Proyek juga dihentikan agar tidak ada hambatan.

"Kita dalam Nataru 2019 kami dari Bina Marga ini baik jalan nasional maupun jalan arteri maupun jalan tol semua kami sudah siap, dalam artian kalau kami sih simpel, di jalan nggak ada lubang, nggak ada gelombang. Semua proyek pekerjaan kita berhentikan semua sehingga nggak ada hambatan karena adanya suatu perbaikan jalan," sebut Aryanto.


Tonton juga Jelang Nataru, Polisi dan BNN Gelar Razia di Pelabuhan Merak :

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/hri)