Soroti Macet Jakarta, Jokowi: Sulit Jika Tidak Pindah Ibu Kota

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 08:13 WIB
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Balikpapan - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai 2 masalah utama di Jakarta yaitu banjir dan macet. Untuk urusan macet, Jokowi mengklaim MRT dapat mengurangi kemacetan.

"Untuk urusan macet, kita sudah membangun MRT tahap 1 selesai, juga LRT yang akhir 2021 insyaAllah sudah selesai. Itu akan sangat mengurangi macet," kata Jokowi di Balikpapan, Kaltim, Rabu (18/12/2019).


Selain itu ada moda LRT yang tengah digarap. Jokowi berharap integrasi antarmoda mengurangi masalah macet.

"Tentu saja mengintegrasikan dari moda transportasi yang ada, LRT gabung nanti dengan MRT dengan TransJakarta, dengan komuter kita, kereta bandara. Nanti mungkin kereta cepat. Ada 6 diintegrasikan akan sangat mengurangi kemacetan di Jakarta," ujar Jokowi.

Namun itu semua juga tetap sulit jika masih banyak yang tergantung mencari nafkah di Jakarta. Jokowi mengatakan itulah alasan pemerintah memindahkan Ibu Kota negara.


"Tapi kalau tidak pindah ibu kota ya memang tetap akan sulit karena semua orang mau meniti karir di Jakarta, bisnis di Jakarta. Semua mikirnya di seluruh tanah air ke Jakarta atau Jawa sehingga terjadi kepadatan penduduk," ucapnya.

Diketahui, pemerintah sudah menetapkan lokasi ibu kota negara di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara. Jokowi sudah meninjau kawasan tersebut.

"56 persen penduduk kita di Jawa, Jakarta dan sekitarnya. PDB ekonomi kita 58 persen di Jawa, khususnya di Jakarta sehingga perlu pemerataan ekonomi," kata Jokowi.


Tonton juga Jokowi Ingin Punya Kebun Bibit di Ibu Kota Baru :

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/aan)