ADVERTISEMENT

Blak-blakan Irwan Prayitno

Sejahterakan Rakyat Tanpa Investasi, Gubernur Sumbar: Bohong!

Hanif Mustafad - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 06:28 WIB
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno (Foto: Mardi Rahmat/20 detik)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengungkapkan secara umum APBD setiap daerah di Indonesia tak akan cukup untuk membangun wilayah dan mensejahterakan warganya. Sebab nilainya masih kecil dan biasanya habis untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional rutin seperti gaji pegawai.

"Gak mungkin rakyat saya di Sumbar, apalagi bupati/walikota dapat mensejahterakan warganya kalau hanya mengandalkan APBD. Karena itu investasi dari para investor dalam negeri maupun asing adalah keniscayaan kalau ingin mensejahterakan rakyat," papar Irwan Prayitno kepada Tim Blak-blakan detik.com di Jakarta, Senin (16/12) malam.

Ia mengungkapkan hal itu sebagai respons atas rencana Fraksi Gerindra yang akan mengajukan interpelasi terhadap dirinya. Seperti kerap disuarakan Ketua DPD Gerindra Andre Rosiade, kepergian Irwan Prayitno ke luar negeri dinilai tidak patut karena kelewat sering. Pada 2018, Irwan tercatat 9 kali ke luar negeri dan 2019 sebanyak 11 kali.

"Dia bisa masuk rekor MURI. Padahal hasil kunjungannya itu tidak jelas. Ini meresahkan masyarakat di Sumbar," ujar Andre.

Irwan Prayitno menegaskan dirinya siap menjawan interpelasi dari Gerindra. Sebab kepergian dirinya ke luar negeri semuanya sesuai prosedur, bisa dipertanggung jawabkan dan hasilnya terukur.


Mewujudkan hal itu memang tidak mudah, sebab butuh kecakapan, kredibilitas dan rekam jejak dari pribadi seorang kepala daerah. Hal itu di luar ragam potensi yang dimiliki daerah sehingga menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya. Seorang kepala daerah dan pemimpin birokrasi yang baik, kata Irwan yang biasa disapa Datuak IP, tidak seharusnya terjebak atau mengurung diri pada rutinitas yang bersifat seremonial. Tugas-tugas semacam itu bisa diserahkan kepada wakil atau sekretaris daerah. Sementara kepala daerah justru haru aktif dan kreatif mencari peluang dan mendapatkan investasi untuk membangun daerahnya.

Lelaki kelahiran Yogyakarta, 20 Desember 1963 itu mengakui dirinya termasuk yang kerap mendapat undangan dari luar negeri untuk berbicara di forum-forum bisnis dan investasi. Selain itu, Irwan Prayitno juga hadir di luar negeri untuk mempromosikan keragaman budaya wilayah yang dipimpinnya.

"Jadi kalau janji kepala daerah di kampanye untuk mensejahterakan rakyat tanpa mencari uang dari luar apakah investor, apakah wisatawan, kerjasama, perdagangan, kepala daerah itu bohong saat kampanye," ucap peraih gelar Phd Pendidikan bidang training management Universiti Putra Malaysia tersebut.


Berkat berbagai kerja sama investasi pembangunan sebagai hasil promosi yang gencar dilakukannya, APBD terus meningkat signifikan. Bila pada 2010, APBD Sumbar cuma Rp 2 triliun, Irwan mengklaim kini sudah hampir Rp 7 triliun.
Pendapatan perkapita rakyat Sumbar pun sudah naik dua kali lipat dari Rp 15 juta pada 2010, sekarang lebih dari Rp 43 juta.

"Kalau investasi yang masuk pada 2019 ini PMDA Rp 3,9 triliun dan PMDN Rp 2,1 triliun. Jadi total sekitar Rp 6 triliun," papar Irwan Prayitno.

Simak selengkapnya Blak-blakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, "Bohong, Sejahterakan Rakyat Tanpa Investasi" di detik.com, Rabu (18/12/2019).

[Gambas:Video 20detik]

(jat/jat)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT