Di Kampus, Arman alias Agus Puryanto Tidak Berprestasi

Di Kampus, Arman alias Agus Puryanto Tidak Berprestasi

- detikNews
Senin, 21 Nov 2005 10:46 WIB
Solo - Agus Puryanto alias Arman yang tewas bersama Azahari di Malang masih tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta. Namun dia sudah tidak melakukan registrasi sebagai mahasiswa untuk semester ini. Catatan akademik Agus juga terhitung kurang bagus.Hal tersebut disampaikan Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta, Sukirman MAg kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/11/2005). Menurutnya, pada semester ganjil Juli 2005 - Januari 2006, Agus tidak lagi melakukan registrasi sebagai mahasiswa tanpa keterangan apa pun. "Namun demikian hingga saat ini dia masih resmi tercatat sebagai mahasiswa kami," ujar Sukirman.Agus tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Tarbiyah angkatan tahun 2000 dengan NIM: 30.00.3.003. Dalam dokumen kampus, Agus memasukkan nama pasangan Affandi Mustofa dan Wiwik Partiani sebagai wali mahasiswa dengan alamat Jalan Gatotkoco No 11, Cemani, Grogol, Sukoharjo. Dia juga memasukkan nama ayah dan ibu kandungnya, Sukadi dan Suratmi, dalam kolom nama orangtua.Menurut Sukirman, Agus tidak memiliki catatan menonjol di perkuliahan maupun di bidang kegiatan ekstra kampus karena dia memang tidak masuk dalam salah satu UKM yang ada di STAIN. Bahkan pada perkuliahan dia dapat dikategorikan cukup lambat dan masih harus mengulang mata kuliah. Sedangkan pada mata kuliah lain, Agus juga tidak memiliki prestasi bagus."Dari catatan di KRS Semester X lalu tercatat dia masih memprogramkan mata kuliah metodologi penelitian dan skripsi. Dari pengulangan itu pun untuk mata kuliah metodologi penelitian dia tidak lulus dengan nilai E. Padahal itu mata kuliah semester IV," papar Sukirman.Dari rata-rata kelulusan mahasiswa STAIN Surakarta, lanjut Sukirman, Agus termasuk lambat dalam menempuh perkuliahannya. "Sebagaian besar teman seangkatannya sudah lulus atau paling tidak mengerjakan skripsi tahap akhir. Namun Agus hingga sekarang belum mengajukan proposal skripsi karena tidak mungkin diperbolehkan sebelum lulus mata metodologi penelitian," lanjutnya.Sukirmam mengaku tidak punya catatan pribadi tentang mahasiswanya yang diduga mati bersama Azahari tersebut. Menurut dosen Ilmu Pengetahuan Islam tersebut biasanya dosen lebih cepat mengenali mahasiswa yang menonjol prestasi akademik atau keaktifannya di UKM. Bahkan ketika melihat foto-foto di media massa itu, dia masih merasa lamat-lamat mengenalinya.Hingga saat ini, kata Agus, pihak kepolisian belum datang ke kampus STAIN untuk meminta keterangan. Demikian juga dari pihak keluarganya, baik orangtuanya di Ngawi maupaun keluarga pamannya di Cemani, Grogol. "Baru saja ada tamu dari Koramil yang datang meminta data Agus. Selain itu belum ada aparat yang datang," kata dia. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads