Akreditasi Sekolah 2019: 25% A, 54% B, 18% C, dan 2% Tak Terakreditasi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 12:54 WIB
Kepala BAN-S/M Toni Toharudin (Rahel/detikcom)


Selain itu, Toni menyampaikan adanya perubahan arah baru penilaian akreditasi tahun 2020. Penilaian ini disebut sebagai Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) yang menekankan kepada mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah/madrasah.

"Di akhir 2018 mulai transisi bagi BAN-S/M dalam konteks penilaian Sekolah/Madrasah. BAN-S/M telah menentukan arah baru pelaksanaan akreditasi dengan melakukan pergeseran paradigma penilaian akreditasi dari penilaian administrasi dari compliance menuju performance melalui instrumen akreditasi," kata Toni kepada wartawan.

"Akreditasi yang baru yang disebut IASP 2020 dengan menekankan pada empat pokok, mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah/madrasah," sambung Tony.

Menurutnya, perubahan sistem menjadi IASP ini lebih sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim karena lebih memusatkan pada substansi mutu pendidikan.

"Perubahan ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menitikberatkan pada substansi mutu pendidikan, melalui kemerdekaan belajar bagi siswa" ujar Toni.


Toni ini juga melakukan uji coba sistem IASP di empat provinsi di Indonesia, yaitu di Sumatera Barat, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

"IASP ini sudah menjadi sebuah program yang telah diuji coba di 4 provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan, serta juga sudah disosialisasikan melalui forum Pelatihan untuk Pelatih Asesor," tutur Toni.
Halaman

(idh/idh)