Tentang Muslim Uighur, Etnis Muslim di China yang Dibela Mesut Oezil

Lusiana Mustinda - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 12:03 WIB
Muslim Uighur. Foto: iStock
Jakarta - Muslim Uighur di China mendapat pembelaan dari pesepak bola Mesut Ozil. Sejak kasus kemanusiaan yang berhubungan dengan muslim Uighur membuat banyak muslim di berbagai dunia ingin membela.

"Uighur" secara harfiah yang berarti "bersatu" atau "sekutu".



Mesut Ozil memperlihatkan dukungan melalui sosial media kepada etnis muslim Uighur yang kabarnya masuk di kamp dan ditahan di Xianjiang. Dalam Instagramnya, Ozil menuliskan, "Di China, Qur'an dibakar, masjid ditutup, sekolah Islam dan madrasah dilarang, pemuka agama satu persatu dibunuh. Terlepas dari semua itu, muslim tetap diam. Suara mereka tak terdengar," tulis Oezil dalam foto Instagramnya.


Lalu siapa Muslim Uighur? Dan seperti apa sejarahnya? Dirangkum detikcom, berikut beberapa hal tentang muslim Uighur Xianjiang:


1. Sejarah Muslim Uighur China

Dikutip dalam buku berjudul 'ISLAM IN CHINA: Mengenal Islam di Negeri Leluhur' oleh Mi Shoujiang dan You Jia, asal-usul etnis Uighur dapat ditelurusi kembali ke abad ke-3 SM. Uighur menyebar di Daerah Otonomi Xianjiang, Uighur, sementara sebagian kecil tinggal di Provinsi Hunan dan Henan. Populasi Uighur sekitar 7,2 juta.


Pada pertengahan abad ke-10, Islam diperkenalkan ke Xianjiang oleh Satuk Boghra (910-956 M), seorang khan dari Dinasti Karakitai yang memeluk Islam. Kashgar, Yirqiang dan Kuche masing-masing menjadi salah satu wilayah Islam secara berurutan. Setelah abad ke-14 Islam menyebar ke utara Xianjang.


Muslim Uighur di Xianjiang.Muslim Uighur di Xianjiang. Foto: iStock


2. Muslim Uighur Kaum yang Ramah

Kaum muslim Uighur dikenal sebagai kaum yang ramah dan mahir menyanyi serta menari. Mereka memiliki karya rakyat yang indah, termasuk puisi epik "Fu Le Zhi Hui" (kebijaksanaan dan kebahagiaan) dan musik serta tarian divertimento "Er Shi Mu Ka Mu" (dua belas mukam) masih populer hingga saat ini.


3. Mata Pencaharian Muslim Uighur

Dulu, Muslim Uighur di China bergerak di bidang pertanian, sangat berpengalaman dalam berkebun dan menanam kapas. Mereka juga mahir menenun karpet, topi Uighur dan membuat pisau.

Muslim Uighur China.Muslim Uighur China. Foto: iStock

4. Mengalami Ketidakadilan

PBB mendapatkan laporan soal ditahannnya satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya di Xianjiang pada Agustus 2018 lalu. Selama ditahan, kaum Uighur menjalani program pendidikan ulang atau Kamp Indoktrinasi Politik yang diduga di dalamnya terdapat upaya pelunturan keyakinan yang dianut warga Uighur.


Suku Muslim Uigur yang masih berada di Xianjiang sering ditolak untuk bepergian keluar, bahkan ke wilayah lain di China.


(lus/erd)