Disinyalir Curang, BPK Didesak Audit Proyek Cikeas
Senin, 21 Nov 2005 08:11 WIB
Jakarta - Indonesian Police Watch (IPW) mensinyalir telah terjadi berbagai kecurangan dalam proyek pembangunan Pusat Pelatihan Multifungsi Polri (PPMP) di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Proyek sebesar Rp 53 miliar yang diambil sebagian dari APBN itu kini menjadi sangat mubazir, terbengkalai dan terancam longsor."Sejak diresmikan pada 1 Juli 2005 hingga kini, PPMP tidak pernah digunakan. Bahkan, tidak ada satu pun petugas kepolisian yang bertugas dan merawat dan menjaga tempat itu," kata Ketua IPW Neta S Pane, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (20/11/2005).PPMP cenderung dibiarkan terbengkalai dan tidak terawat. Gedung-gedung di pusat pelatihan itju dibiarkan kosong melompong. Bahkan beberapa bagian lokasinya terlihat longsor ke arah Kali Cikeas. Sementara lapangan terbangnya mulai terlihat retak-retak dan tergenang banjir jika hujan turun.Hal ini menjadi ironis, sebab selama ini Polri selalu mengeluh kekurangan dana, yang mengakibatkan sering tidak maksimalnya pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Menurut Neta, proyek yang dibangun selama di era Kapolri Da'i Bachtiar ini hanyalah proyek penghambur-hamburan uang negara yang dilakukan para petinggi Mabes Polri. Hasil investigasi IPW, proyek ini telah menghabiskan dana Rp 53 miliar yang terdiri dari APBN Rp 20 miliar, Induk Koperasi Polri Rp 15 miliar dan dana swadaya masyarakat Rp 18 miliar. "Dana proyek ini tidak sebanding dengan kondisi bangunan yang ada. Sementara lahan yang digunakan merupakan milik negara dan milik Pusat Satwa Mabes Polri," jelas Neta.Untuk itu, lanjut Neta, BPK agar segera mengaudit proyek PPMP ini. Mabes Polri juga diharuskan bersikap transparan dan membuka akses bagi publik sehingga masyarakat dapat mengetahui asal-usul dana pembangunan proyek ini, di luar dana APBN. "Pelaku yang berbuat curang ini harus diseret ke pengadilan korupsi," tegas Neta.
(atq/)











































