Polisi Bantah Tuduhan Kivlan Zen soal Santunan Rp 5 Juta ke Terdakwa Lain

Matius Alfons - detikNews
Senin, 16 Des 2019 18:07 WIB
Foto: Kivlan Zen di rumahnya setelah menjadi tahanan rumah (dok.istimewa)
Jakarta - Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun menuding polisi memberikan uang santunan sebesar Rp 5 juta kepada terdakwa lain. Polisi memastikan pemeriksaan para terdakwa saat proses penyelidikan di kepolisian telah sesuai prosedur.

"Nggak bener. Kan sesuai dengan kesaksiannya yang dituangkan dalam berita acara," kata Kepala Biro Penmas Divisi Hukum Mabes Polri Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Senin (16/12/2019).

Argo juga memastikan tudingan tersebut tidak sesuai dengan keterangan saksi dalam pengadilan. Dia meminta agar seluruh pihak mengecek keterangan para saksi.

"Semua saksi silakan didengar sendiri di pengadilan," ucap Argo.

Sebelumnya, Tonin menyampaikan bahwa polisi telah memberi uang kepada terdakwa lainnya agar mau menuruti arahan polisi dalam BAP-nya.

"Penyidik dalam hal ini Dirreskrimum/Kasubdit Jatanras memberikan bantuan kepada istri Helmi Kurniawan alias iwan, istri Irfansyah alias Irfan, istri Tahjudin alias Udin dan Suami Asmaizulfi alias Vivi di ruang rapat Dirreskrimum (d/h ruang rapat Kapolda), dan sampai sekarang masih memberikan santunan Rp 5 juta per terdakwa (terdakwa tertentu saja) tidak termasuk Kivlan Zen dan Habil Marati," tutur Tonin.

Tonin juga menuding polisi telah melakukan rekayasa untuk mengkriminalisasi kliennya. Bahkan menurutnya, tuduhan perencanaan pembunuhan terhadap Wiranto pun tidak terbukti.

"Setelah jaksa baca dakwaan, eksepsi, nggak ada itu yang ditudukan oleh Iwan itu, nggak ada tuduhan mau bunuh itu. CCTV di RM Padang, itu bukti tanggal berapa dia tukar uang. Habil Marati dites kebohongan, ini rekayasa semua. Terdakwa yang lima orang Iwan dkk itu dikasih santunan Rp 5 juta per bulan, ada buktinya 5 juta terakhir. Kita selama ini diam aja, tahunya setelah politik ini tetap diproses, dendam siapa ini?," katanya.