Gubernur Sumbar Irwan Prayitno 12 Kali ke Luar Negeri Sepanjang 2019

Tim detikcom - detikNews
Senin, 16 Des 2019 10:55 WIB
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Agung Pambudhy/detikcom)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Perjalanan-perjalanan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno ke luar negeri disoal oleh Fraksi Gerindra DPRD Sumbar. Sepanjang 2019, Irwan tercatat 12 kali kunjungan kerja ke luar negeri.

Informasi yang diterima detikcom, Senin (16/12/2019), tercatat ada 12 perjalanan luar negeri ke 13 negara yang dilakukan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Semua perjalanan itu tercatat untuk memenuhi undangan.


Dalam catatan yang diterima, pada Juli dan September 2019, Gubernur Irwan dua kali melakukan kunker ke luar negeri. Pada Juli, Irwan terbang ke Azerbaijan dan Malaysia. Sementara pada September, Gubernur Irwan ke Yordania dan Thailand.

Detail 13 negara yang dikunjungi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selama 2019, yaitu Jepang, Belanda, Inggris dan Skotlandia, Azerbaijan, Malaysia, Rusia, Yordania, Thailand, Myanmar, Amerika Serikat, Singapura, serta Republik Kolombia. Sekali lagi, semua kepergian Irwan memenuhi undangan.


Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik yang dikonfirmasi soal data kunjungan kerja luar negeri Gubernur Sumbar mengatakan masih akan mengecek terlebih dulu. Namun dia tak membantah data yang disodorkan.

"Nanti saya coba konfirmasi ke Kepala Pusat Fasilitas Kerjasama Kemendagri ya," ujar Akmal saat ditanya benarkah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kunjungan ke luar negeri sebanyak 12 kali selama 2019. Akmal ditanya pada Senin (16/12) pagi tadi.

Kabiro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal menegaskan kunjungan luar negeri Gubernur Irwan sesuai dengan aturan dan telah ada izin resmi. Untuk Kolombia, Irwan memenuhi undangan dari pihak pengundang.

"Beliau ke LN bukan atas keinginan sendiri, tetapi karena ada undangan resminya," ujar Jasman saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Soal interpelasi yang diinisiasi Gerindra, dia mengatakan Pemprov Sumbar siap menjawab. Dia menegaskan manuver Gerindra itu tak perlu dikhawatirkan.

"Interpelasi kan hak Dewan dan ada regulasinya. Saya rasa ndak jadi masalah dan kami siap juga menjawabnya," tutur Jasman. (tor/fjp)