Yusril Tepis Isu Jadi Dewas KPK: Saya Tidak Dihubungi dan Tidak Berminat

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 16 Des 2019 10:44 WIB
Yusril Ihza Mahendra (Andhika Prasetia/detikcom)
Yusril Ihza Mahendra (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menepis kabar yang menyebutkan bahwa dia menjadi salah satu nama yang akan menjabat Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Yusril menyatakan kabar itu sebagai kabar burung.

"Saya ingin menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada pihak resmi yang menghubungi saya untuk menjadi Dewas KPK. Karena itu, saya menganggap bahwa disebut-sebutnya nama saya sebagai salah satu calon Dewas KPK hanyalah kabar burung belaka," kata Yusril dalam keterangannya, Senin (16/12/2019).


Menurut Yusril, banyak orang yang menanyakan kebenaran kabar itu dan bahkan memberinya ucapan selamat. Padahal, hingga saat ini, nama-nama Dewas KPK masih digodok oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Nama saya disebut-sebut sebagai salah seorang calon anggota Dewas KPK. Presiden dikabarkan sedang menimbang-nimbang beberapa nama yang dianggap kredibel untuk menjadi Dewas KPK itu. Walau masih dalam proses seleksi, banyak orang yang bertanya, dan bahkan ada yang ucapkan selamat pada saya," ujarnya.

Yusril mengatakan tidak berminat menduduki jabatan Dewas KPK. Ia menegaskan akan tetap menjalani profesinya sebagai advokat profesional.

"Saya sendiri dengan segala permohonan maaf, sama sekali tidak berminat dan tidak bersedia menduduki jabatan sebagai Dewas KPK tersebut. Saya lebih memilih tetap menjadi advokat profesional yang oleh UU Advokat dikategorikan sebagai penegak hukum dari pada menjadi Dewas KPK," tegas Yusril.


Sebelumnya diberitakan, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan nama-nama tokoh untuk Dewan Pengawas (Dewas) KPK sudah di kantong Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengatakan Jokowi selalu membuat kejutan.

"Dewas KPK sudah sampai di kantong Presiden," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (12/12).

Presiden Jokowi mengatakan masih menyusun daftar anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK). Jokowi enggan keliru memutuskan nama-nama yang mengisi jabatan ini.

"Jangan sampai kita keliru, kemudian masyarakat ada yang tidak puas dan kemudian di-bully, kasihan," kata Jokowi di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/12).




Tonton juga video Wacana Aktivis Antikorupsi Jadi Dewas KPK:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/fjp)