Ditengarai Arman, Densus 88 Geledah Kamar Agus Puryanto

Ditengarai Arman, Densus 88 Geledah Kamar Agus Puryanto

- detikNews
Minggu, 20 Nov 2005 23:33 WIB
Sukoharjo - Boleh jadi Affandi Musthofa tidak menyangka bahwa rumahnya akan didatangi tim dari Datesemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri. Mereka datang untuk menggeledah rumahnya, terutama kamar tidur Agus Puryanto. Agus merupakan keponakan Affandi yang diduga kuat sebagai Arman yang tewas bersama Dr Azahari di Batu, Malang.Kepada wartawan, Minggu (20/11/2005) malam, Affandi mengaku setelah terjadi penyergapan Azahari di Malang rumahnya telah dua kali didatangi serombongan orang yang mengaku dari Densus 88. Yang pertama awal pekan, sedangkan yang kedua Sabtu (19/10/2005) pagi. Bahkan yang terakhir ini, empat orang tamunya itu menggeledah kamar tidur Agus."Hari Sabtu lalu ada empat orang dengan menggunakan mobil bernopol polisi Jakarta. Mereka mengaku dari Densus 88 dan mengatakan bahwa ada dugaan Agus adalah seseorang yang disebut Arman yang ikut tewas di Malang. Mereka lalu meminta izin menggeledah kamar Agus dan saya izinkan," papar Affandi.Dari penggeledahan itu, lanjutnya, para tamunya itu membawa serta beberapa buku milik Agus, termasuk buku kuliahnya. Sejak tahun 2000 lalu hingga saat ini, Agus memang masih kuliah di Fakultas Tarbiyah STAIN Surakarta.Hingga saat ini, Affandi dan seluruh keluarga dengan penuh harapan menunggu kepastian apakah Agus benar-benar seseorang yang disebut sebagai Arman."Tadi sore orang itu saya hubungi untuk meminta kejelasan. Dia bilang dalam waktu tiga hingga empat hari ke depan akan ada keterangan resmi dari Mabes Polri tentang kepastiannya," lanjut Affandi.Affandi menuturkan, Agus telah ikut di rumahnya sejak lulus SMP di Ngawi. Selanjutnya Agus meneruskan sekolah di sebuah SMA di Sukoharjo dan setelah lulus tahun 2000 dia masuk Fakultas Tarbiyah STAIN Surakarta. Sambil mengerjakan skripsi, Agus tetap membantu di percetakan milik pamannya yang cukup berkembang.Selain itu, Agus aktif mengajari anak-anak mengaji di Masjid Baiturrahman, di dekat rumahnya. Agus merupakan kepala TPA di masjid itu. Namun sejak Agustus lalu, tambah Affandi, Agus pergi. Alasannya, ingin mencari bahan skripsi agar bisa segera merampungkannya. "Saat itu dia bilang, September mungkin sudah pulang," tuturnya.Agus berasal dari Dusun Paldaplang, Desa Kauman, Kecamatan Walikukun, Ngawi. Ayahnya bernama Kadi, sedangkan ibunya bernama Suratmi. Menurut Affandi, orang tua Agus sudah mengetahui mengenai hal ini karena telah didatangi juga oleh polisi."Setelah kami beritahu ternyata mereka juga sudah didatangi polisi untuk keperluan mencari informasi tentang Agus," lanjutnya. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads