Terlibat Terorisme, Keluarga Cholili Minta Maaf
Minggu, 20 Nov 2005 22:05 WIB
Malang - Keluarga Yahya Antoni alias Cholili, anak buah Dr Azahari yang berhasil ditangkap Tim Detasemen 88 anti teror di Semarang, meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia atas keterlibatan anaknya dalam serangkaian pengeboman di tanah air."Saya atas nama keluarga meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia atas keterlibatan anak saya (Cholili), apabila terlibat dalam serangkaian bom di tanah air," kata ibunda Cholili, Ny Sofiah, saat ditemui detikcom di rumahnya Jl. Djodipan Wetan 1c no 10, Minggu (20/11/2005).Saat datang ke rumah Cholili yang bercat putih dan berada di tengah perkampungan padat ini, ibunda Cholili masih dalam keadaan shok akibat keterlibatan anaknya dalam jaringan Dr Azahari."Saya kaget dan tidak percaya sewaktu mendengar Cholili ditangkap polisi. Apalagi beritanya, anak saya terlibat dengan teroris," ujarnya lirih.Cholili anak ke-4 dari 5 bersaudara yang sehari-hari bekerja dengan membuka kios telepon genggam di pasar Kepanjen Malang ini, menamatkan sarjananya di Universitas Negeri Malang (UMM) pada tahun 2000. Cholili berhasil mengantongi ijazah S1 jurusan Teknik bangunan.Ny Sofiah yang saat itu didampingi kakak dan adik Cholili, raut wajahnya masih menunjukan kesedihan. Cholili yang selama ini dianggap sebagai anak yang rajin beribadah, pintar dan berbakti kepada orang tua, ternyata telah salah langkah dan bergabung dengan jaringan teroris dan melakukan serangkaian pengeboman."Saya masih sedih, mas. Anak saya itu pintar dan rajin beribadah. Tapi kenapa kok bergabung sama teroris," tandasnya.Meski Cholili saat ini ditahan oleh pihak kepolisian, Ny Sofiah tetap berharap anaknya dapat segera bebas dan dapat kembali bergabung bersama keluarga. "Kami berharap Cholili dapat segera berkumpul dengan keluarga kembali," harapnya.
(atq/)











































