Masuk Musim Hujan, Warga Sumbawa Masih Kesulitan Air Bersih

Harianto - detikNews
Minggu, 15 Des 2019 14:31 WIB
Foto: Harianto/detikcom
Foto: Harianto/detikcom
Sumbawa - Pasokan air bersih masih menjadi persoalan warga di Kecamatan Lunyuk, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), meski sudah memasuki musim hujan. Warga mengandalkan aliran air irigasi Bendungan Plara.

"(Kesulitan) air bersih ini tidak hanya di Dusun Bontong, tapi juga di Dusun Plara, Dusun Karang Anyar, Bila Manis, dan Lenang Belo, Desa Lunyuk Rea. Khusus di Lunyuk Rea sangat mengandalkan aliran air irigasi Bendungan Plara," ucap Camat Lunyuk Iwan Sofyan kepada detikcom, Minggu (15/12/2019).

"Apabila air Bendung Plara berhenti, air sumur warga pun kering, dan air sumur di Karang Anyar, Bila Manis, dan Lenang Belo airnya terasa asin. Beberapa kali pemerintah Desa Lunyuk Rea pernah membuat sumur bor, namun airnya tetap saja asin, sehingga warga terpaksa mengambil air di sumur tepi sungai, yang jaraknya 500 meter. Variatif jaraknya, ada yang 2 kilometer, ada yang 1 kilometer juga," sambungnya.



Kelangkaan air bersih itu tidak hanya dirasakan pada saat musim kemarau, yang baru saja berlalu. Namun masalah pasokan air bersih juga terjadi di musim hujan. Hutan yang gundul dan alih fungsi lahan menjadi beberapa penyebab utamanya.

"Sudah merata hujannya, tapi dampak tiga kali hujan saja sudah longsor. Sekitar 67 persen kawasan hutan di sini gundul," ujar Iwan.

Kini Iwan dan warganya di Kecamatan Lunyuk sedang berjibaku dan berupaya mengantisipasi dampak banjir, tanah longsor, dan irigasi yang tersumbat akibat dari datangnya musim hujan.



Iwan menuturkan hutan yang telah habis dibabat yang berada di depan sekolah itu mulai memuntahkan lumpur dan airnya merembet masuk ke dalam ruangan kelas, jalan raya, dan jembatan.

"Semoga kejadian itu bisa membuka mata hati kami semua untuk segera menghentikan semua perusakan ini. Ikhtiar kami dengan penanaman pohon pinang, pohon kelor, dan tanaman produktif lainnya bisa dipercepat," katanya.


Tonton juga Hujan Es dan Angin Kencang di Madiun, Atap Seng Beterbangan :

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)