Kunjungi PLTN Korsel, Presiden Ingatkan Nuklir Alternatif Terbaik
Minggu, 20 Nov 2005 21:16 WIB
Busan - Nuklir merupakan salah satu alternatif terbaik menjawab krisis energi di masa mendatang. Selain efisien, nuklir mampu menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar.Untuk itu, pemerintah mempersiapkan diri mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis energi di masa mendatang. Sebab pada akhirnya sumber-sumber energi berbahan fosil bakal habis. "Untuk persiapannya kita pikirkan mulai sekarang. Karena mungkin 15 tahun lagi baru terwujud," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal itu ia sampaikan saat meninjau fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Kori, Korea Selatan. Kota kecil yang berhadapan langusng dengan Samudera Pasifik ini berada sekitar 40 km sebelah utara Busan, tempat berlangsungnya KTT APEC yang dihadiri SBY. Kunjungan ke Kori sore ini, dimasudkan sebagai salah satu upaya merintis persiapan yang dimaksud oleh Kepala Negara di atas. Selama satu jam, Presiden dan wartawan melihat langsung jantung dari fasilitas yang sebenarnya sangat rahasia itu. Mulai dari kamar kontrol, mesin generator pembangkit, penyimpanan limbah dan satu dari empat reaktor yang ada. Rombongan dipandu langsung oleh Lee Jong-jae, Presiden Korea Hydro and Nuclear Power Co Ltd (KHNP). Dalam penjelasannya, Lee memaparkan di seluruh penjuru Korea Selatan saat ini telah berdiri 20 unit reaktor nuklir. Tenaga listrik yang dihasilkan, mampu menyuplai 28 persen kebutuhan listrik Korsel yang mencapai 60 ribu mega watt/tahun. Sementara kerja sama penggunaan energi nuklir untuk keperluan damai antara RI-Korea, dijalin oleh KHNP dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan PLN sejak 1997. Saat ini pun tengah berlangsung pelatihan bagi para tenaga ahli dari Indonesia. "Untuk lokasi pembangunan reaktor, sebenarnya banyak pilihan karena luas wilayah kita. Harus yang jauh dari penduduk untuk pembuangan limbahnya," kata Presiden.
(atq/)











































