Mendagri, Menko Polhukam & Kepala BIN Terbang ke Papua
Minggu, 20 Nov 2005 20:15 WIB
Jakarta - Untuk mengatasi kisruh di Papua terkait Majelis Rakyat Papua (MRP), Menteri dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf, Menko Polhukam Widodo AS dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar terbang ke Jayapura, Papua pada malam ini, Minggu (20/11/2005) pukul 21.00 WIB.Ketiga pejabat ini direncanakan akan bertemu dengan tokoh-tokoh MRP yang baru saja dilantik, tokoh-tokoh masyarakat dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Mereka mengakhiri kunjungannya pada Selasa (22/11/2005)."Kunjungan ini untuk melakukan persiapan dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatang," kata Kepala Pusat Penerangan Depdagri Tarwanto ketika dihubungi detikcom, Minggu (20/11/2005). Tarwanto mengaku tidak tahu secara detail agenda yang dilakukan ketiga pejabat negara itu. Dia juga mengelak kalau ketiga pejabat itu bakal mengurusi permasalahan yang mencuat di Papua terkait MRP.Yoris Rayewai, bakal calon gubernur Provinsi Irian Jaya Barat (IJB) yang diusung Partai Golkar membenarkan kunjungan itu. Menurutnya, permasalahan di Papua semakin runyam dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf yang menyetujui agar Pilkada Irian Jaya Barat (Irjabar) digelar 28 November 2005.Sebelumnya, keputusan Mendagri ini banjir protes dari sejumlah kalangan. Keputusan ini dinilai terlalu dini. MRP mengancam akan mengundurkan diri jika keputusan tersebut tidak dicabut, dan akan mengembalikan UU Otsus kepada pemerintah. Kantor KPUD Provinsi Papua juga dirusak oleh massa. Massa tidak puas atas tindakan MRP yang mencoret nama Mohammad Musa'ad sebagai Wakil Gubernur Papua yang berpasangan dengan Lukas Enembe. MRP menilai Musa'ad bukan orang asli Papua. Sebagaimana diatur di dalam UU Otonomi Khusus bahwa Gubernur dan wakil Gubernur Papua harus orang asli Papua yang merupakan ras Melanesia.
(atq/)











































