Walhi Protes Pembukaan Kebun Kelapa Sawit di Kalimantan
Minggu, 20 Nov 2005 16:33 WIB
Jakarta -
Rencana pemerintah untuk membuka perkebunan kelapa sawit seluas 1,8 juta hektar di perbatasan Kalimantan-Malaysia menuai protes. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai pembukaan lahan itu akan merusak ekosistem."Insya Allah dalam waktu dekat kita kirimkan surat protes kepada pemerintah. Saat ini sedang kami persiapkan," ujar Direktur Eksekutif Walhi Cholid Muhammad kepada detikcom di sela-sela acara peringatan 25 tahun Walhi di Graha Pemuda, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Minggu (20/11/2005).Cholid menambahkan, alasan utama penolakan Walhi adalah pembukaan lahan perkebunan tersebut tidak akan efektif dan justru akan merusak ekosistem di sana. "Hutan di sana merupakan daerah resapan air, kok malah ditanami kelapa sawit yang justru rakus air?," tanya Cholid.Menurut Cholid pihaknya akan menggalang kekuatan internasional, terutama sesama rekan-rekan aktivis lingkungan hidup di Cina, untuk menggagalkan rencana tersebut."Kami akan meminta teman-teman NGO di Cina untuk menekan investor Cina agar membatalkan rencananya mendanai pembuatan perkebunan tersebut termasuk beberapa lembaga internasional lainnya," jelas Cholid.Pihaknya juga mencurigai adanya upaya untuk memperoleh kayu yang luar biasa jumlahnya jika daerah tersebut menjadi perkebunan kelapa sawit.Dan apabila pemerintah tetap meneruskan rencana tersebut, Walhi akan menuntut pemerintah ke jalur hukum. "Kami akan menempuh upaya litigasi hukum jika pemerintah meneruskan rencana ini," tegasnya.
(ahm/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































