Kemarau, Warga Sumbawa NTB Angkut Air Bersih hingga Jarak 2 Km

Harianto - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 15:25 WIB
Kemarau di Sumbawa, NTB, warga mengambil air bersih pada dinihari dengan jarak hingga 2 km. (Harianto/detikcom)
Sumbawa - Kemarau panjang melanda hampir semua wilayah di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkanya pasokan air bersih menyebabkan warga di Kecamatan Lunyuk terpaksa harus mengambil air pada malam hari hingga mengangkut sejauh 2 km.

"Kami melihat perjuangan seorang Ibu Sumiati, warga Dusun Bontong Timur, Desa Emang Lestari. Pukul 03.00 Wita dinihari harus mengambil air bersih di sumur Masjid Bontong dengan beban 30 liter diisikannya ke jerikennya. Sekaligus si bayinya itu ikut dalam gendongannya," kata Camat Lunyuk Iwan Sofyan kepada detikcom, Sabtu (13/12/2019).


Saat itu, Iwan menuturkan dia dan beberapa stafnya melakukan ronda dan patroli malam di Dusun Bontong Barat, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk. Sudah beberapa bulan ini dampak kekeringan sangat dirasakan. Warga pun berebutan untuk mendapatkan pasokan air bersih.

"Warga banyak yang berebutan pada malam hari, karena pada pagi hari itu sudah ramai, pukul 07.00 Wita pagi itu tidak kebagian air. Warga kita ada yang mengambil air dengan jarak 1 kilometer, ada yang 2 kilometer, diangkut dengan sepeda motor, ada juga yang memikul jeriken," ucapnya.


Kondisi kekeringan yang dialami warga, sebut Iwan, akibat musim kemarau yang panjang. Hutan yang gundul dan maraknya alih fungsi lahan juga menjadi sumber penyebab langkanya pasokan air bersih.

"Kekeringan ini saya kira karena kawasan kita di Lunyuk ini sudah hampir habis. Banyak pohon yang sudah ditebang dengan berbagai alasan. Sempitnya lahan mereka, kemudian ekonomi mereka juga semakin terimpit, pendapatannya yang menurun. Kemudian juga karena telat hujan, sehingga mereka tidak bisa menanam cepat," ujar Iwan.



Tonton juga video Saat Mobil Patroli Polisi 'Disulap' Jadi Mobil Tangki Air:

[Gambas:Video 20detik]

(idh/idh)