Sampah Menumpuk di Parepare Akibat Penyegelan DLH, 3 Mobil Dikerahkan

Hasrul Nawir - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 12:38 WIB
Foto: Hasrul Nawir/detikcom
Parepare - Genap lima hari Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Parepare, Sulawesi Selatan, disegel, karena petugas kebersihan tidak digaji selama 9 bulan. Sampah menumpuk dan mengeluarkan bau tidak sedap di sejumlah ruas jalan Parepare.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada kenyamanan masyarakat Parepare. Petugas kebersihan yang melakukan penyegelan kantor karena gaji tidak dibayar selama 9 bulan dengan dibantu mahasiswa akhirnya turun tangan.


Petugas kebersihan dan mahasiswa sepakat mengerahkan tiga mobil pengangkut sampah. "Olehnya itu, kami bersama para petugas kebersihan bersepakat melepaskan tiga armada pengangkut sampah keluar dari area Kantor DLH, namun tanpa sopir," kata Ketua HIPMI Parepare Tri Suryadi Saputra Sarsam, Sabtu (14/12/2019).

Menurut dia, langkah tersebut sebagai bentuk kekhawatiran atas kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kota Parepare akibat sampah yang menumpuk dan membusuk.

"Ini adalah bentuk upaya kami bahwa gerakan yang kami bangun bukan semata-mata untuk memperjuangkan 29 petugas kebersihan saja tetapi gerakan ini upaya untuk menyadarkan Pemerintah Kota Parepare, khususnya kepala daerah bahwa semua elemen masyarakat Parepare harus hidup sejahtera, termasuk ke 29 orang petugas kebersihan yang selama ini telah melayani masyarakat," ungkapnya.


Penyegelan terhadap kantor DLH sudah memasuki hari kelima. Para petugas kebersihan dan mahasiswa bahkan menginap dan menduduki area kantor tersebut.

"Tidak akan kami buka segelnya hingga Pemkot membayar hak kami," kata salah satu petugas kebersihan, Martinus.


Simak Video "Tanggul Kali Cakung Bekasi Jebol Gegara Sampah"

[Gambas:Video 20detik]

(aan/aan)