Kapolda: Penembakan Dosen Untad Bentuk Aksi Teror
Minggu, 20 Nov 2005 16:10 WIB
Jakarta - Penembakan dosen Universitas Tadulako (Untad) diyakini bukan tindakan kriminal murni, namun merupakan aksi terorisme. Meski demikian belum bisa dipastikan aksi teror ini terkait dengan aksi serupa di Poso."Ini bukan kriminal murni, namun merupakan aksi terorisme," kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Oegroseno, di Palu, Minggu (20/11/2005).Ketika ditegaskan apakah aksi teror tersebut terkait dengan aksi-aksi teror di Poso, Kapolda belum bisa memastikan. "Saya tidak mau berandai-andai. Tapi polisi tengah berupaya keras mengungkapkan serangkaian aksi kekerasan itu," jelas Oegroseno.Akibat penembakan itu, Pudji Sulaksono dan istrinya Novlin dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, Jalan Soeharso, Palu Timur.Kondisi Pudji Sulaksono saat ini sudah membaik, namun istrinya masih mendapat perawatan serius karena saat ditembak, Novlin kehilangam banyak darah. Sejauh ini sumbangan darah dari PMI Palu dan donor sukarela seperti dari kerabat korban dan prajurit TNI AD sudah siap.Akibat aksi penembakan yang terjadi di Jalan Untad II, Palu Timur, sekitar pukul 19.45 WITA, Sabtu (19/11/2005) malam, polisi kembali mengaktif razia di pintu ke luar kota Palu. Razia ini melibatkan seluruh satuan kepolisian mulai dari satuan Polantas, Serse, dan Brimob dengan dibantu oleh aparat Polsek di seluruh kota Palu.
(san/)











































