Hingga November 2005, 29 Pasien DBD Meninggal di RS Tarakan
Minggu, 20 Nov 2005 13:15 WIB
Jakarta - Tampaknya warga Jabotabek belum terbebas dari wabah demam berdarah dengue (DBD). Bahkan, di RSUD Tarakan sejak periode Januari hingga November jumlah pasien meninggal mencapai 29 orang."Kebanyakan pasien DBD yang meninggal kondisinya lemah dengan trombosit di bawah 100 ribu. Padahal yang normal diatas 150 ribu," kata perawat jaga utama RSUD Tarakan Puji Hartati ketika ditemui detikcom di kantornya Jl Kyai Caringin, Tomang, Jakarta Barat, Minggu (20/11/2005).Selanjutnya menurut Puji, dalam periode tersebut, RSUD Tarakan telah merawat 1.897 orang pasien DBD. Saat ini hingga pukul 11.00 WIB di RSUD Tarakan masih tercatat 36 pasien yang dirawat, terdiri dari 16 pasien anak-anak dan 20 pasien dewasa.Berdasarkan data yang terpampang di RSUD Tarakan, 4 pasien baru masuk pada Jumat sore. Mereka adalah Jesika (5,5), Astrid (10), Imas (17) dan Hasiman (34).Namun meskipun mengalami penambahan pasien, pihak RSUD Tarakan masih merawat para pasien di ruang perawatan dan tidak sampai menggunakan velbed atau tempat tidur tambahan.Ke-16 pasien anak-anak kini dirawat di Ruang Bougenville. Sedangkan untuk pasien dewasa, tiga pasien dirawat di kelas II Ruang Anggrek dan 18 pasien di Ruang Cempaka. Dalam satu minggu ini menurut Puji, belum terdapat pasien DBD yang meninggal dunia di RSUD Tarakan.
(ahm/)











































