Debu Batu Bara Bertebaran di Permukiman Cilegon dari Pabrik Krakatau Steel

M Iqbal - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 19:24 WIB
Warga mengunjungi kantor kelurahan (M Iqbal/detikcom)
Cilegon - Debu batu bara yang menyebabkan satu orang pingsan hingga puluhan warga sesak napas berasal dari proyek blast furnace PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Penanganan sementara masih berupa bantuan makanan ke sebagian warga terdampak.

Proyek blast furnace yang diresmikan oleh eks Menteri BUMN Rini Soemarno beberapa waktu lalu mengalami masalah. Blast furnace mengalami kelebihan tekanan.

"Debu ada muatan batu baranya dari blast furnace ada over pressure sehingga steem-nya harus dibuang sehingga terbawalah partikel itu," kata General Manager Subdit Security & General Affair PT Krakatau Steel Edji Djauhari, Jumat (13/12/2019).



Pihaknya enggan menyebut ada kendala teknis pada blast furnace. Edji mengatakan proses tersebut hal biasa. Ia juga enggan menyebut kesalahan teknis yang mengakibatkan kebocoran.

"Bukan (kebocoran), itu mekanisme biasa sebenarnya," kata dia.

Akibat kelebihan tekanan pada blast furnace, debu batu bara bertebaran sampai ke rumah warga. Pihak Krakatau Steel mencatat, ada 5 kelurahan yang terdampak debu batu bara.



"Ada lima kelurahan yang terdampak, Kubangsari, Warnasari, Deringo, sama Samangraya, sama Lebak Denok," tutur Edji.

Pihaknya bersama para lurah yang warganya terdampak akan melakukan rapat koordinasi malam ini. Segala bentuk penanganan akan diputuskan seusai rapat. (idn/idn)