Silat Indonesia dan Malaysia Sama-sama Jadi Warisan Dunia, Apa Bedanya?

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 17:02 WIB
Foto: (UNESCO)
Foto: (UNESCO)
Jakarta - Silat baik dari Indonesia maupun dari Malaysia sama-sama diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO-PBB) menjadi warisan budaya takbenda kemanusiaan. Apa beda antara keduanya?

Direktorat Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kampradipta, menjelaskan perihal dua seni beladiri yang diakui UNESCO itu. UNESCO menggunakan istilah 'tradisi pencak silat' untuk merujuk budaya dari Indonesia. Sedangkan saat merujuk pada budaya dari Malaysia, UNESCO menyebutnya dengan istilah 'silat' saja.



"Tradition of Pencak Silat mencakup ruang lingkup yang lebih luas, yakni selain ilmu seni bela diri juga mengandung tradisi, nilai warisan budaya leluhur Indonesia dari Jawa dan Sumatera Barat yang juga termasuk aspek mental, spiritual, dan artistik, berikut musik, konstum, dan senjata tradisional," kata Kamapradipta.

Istilah 'tradisi pencak silat' dari Indonesia mempunyai cakupan luas, meliputi bela diri itu sendiri dan juga tradisi yang terkandung di dalamnya. Tradisi yang dimaksud mengajarkan keseimbangan hubungan dan keterkaitan antara Tuhan, manusia, dan alam. Trandisi pencak silat menekankan aspek bela diri ketimbang sikap ofensif, menjaga tata sosial, dan menjadi bagian dari ritual atau upacara tradisional. Lalu apa bedanya dengan 'silat' dari Malaysia?



"Silat (Malaysia) lebih menekankan pada aspek ilmu, seni bela diri, dan gerakan-gerakan olahraga yang berasal dari Semenanjung Malaya, termasuk di antaranya ilmu Silat Harimau," tutur Kamapradipta.
Selanjutnya
Halaman
1 2