Stafsus Jokowi Dorong Kementerian-Pemda Punya Unit Layanan Disabilitas

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 16:23 WIB
Foto: Angkie Yudistia (tengah). (M Alfons/detikcom).
Foto: Angkie Yudistia (tengah). (M Alfons/detikcom).
Jakarta - Staf Khusus milenial Presiden Joko Widodo Bidang Sosial, Angkie Yudistia berbicara soal kondisi Indonesia yang belum ramah terhadap disabilitas. Dia menyebut para penyandang disabilitas masih terhambat mimpinya di Indonesia.

"Aku paham lingkungan kita belum ramah disabilitas, saya sadar mendapat kerja sebagai penyandang disabilitas itu susah, saya ingin ubah diri sendiri jadi lebih baik itu susah karena lingkungan," kata Angkie saat yang menjadi pembicara Bimktek PKPI, di Hotel Mercure, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).


Angkie yang juga kader PKPI itu mengatakan, saat ini ada 21 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Dia menyebut lingkungan di Indonesia masih menghambat mimpi mimpi para disabilitas untuk maju.

"Saya selalu sampaikan kepada Mas Diaz (Ketum PKPI), sebagai penyandang disabilitas, kami memiliki mimpi besar tapi terhambat, karena lingkungan Indonesia ini belum ramah disabilitas," ujar Angkie yang juga penyandang disabilitas ini.


Angkie berharap ke depannya para penyandang disabilitas bisa lebih diperhatikan dan dilibatkan dalam dunia politik. Karena itu, dia juga berencana memberi masukan agar kementerian dan daerah memiliki unit-unit layanan disabilitas.

"Saat ini kita berusaha buat suruh kementerian memiliki unit layanan disabilitas yang nggak ada di generasi pemerintah sebelumnya. Ini sedang dilakukan gimana bisa baik di pemda dan pemerintah pusat di seluruh kementerian sehingga temen-temen disabilitas bisa jadi upscalling, bisa jadi leader leader," ungkap Angkie. (maa/elz)