Dalam Sebulan 5 Warga Sumsel Diterkam Harimau, 3 Tewas

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 13:57 WIB
ILUSTRASI/Foto: shutterstock
ILUSTRASI/Foto: shutterstock
Palembang - Dalam sebulan, tercatat 5 orang warga di Sumatera Selatan (Sumsel) diterkam harimau Sumatera. Tiga orang di antaranya tewas.

Dari data yang dikumpulkan, Jumat (13/12/2019), berikut data warga di Sumsel diterkam harimau di kawasan hutan lindung:

Jumat, 15 November 2019

Wisatawan asal Sekayu, Irfan diterkam harimau saat berkemah di kawasan Wisata Tugu Rimau Pagaralam. Korban yang berkemah dengan keempat rekannya diterkam di dalam tenda.

Akibat kejadian itu, Irfan mengalami luka di bagian kaki setelah dilarikan ke rumah sakit Basmah Pagaralam. Sementara itu, tiga rekan Irfan selamat setelah berhasil menyelamatkan diri.

Minggu, 17 November 2019

Dua hari berselang, seorang pencari kayu di kawasan Hutan Lindung atau tepatnya di Pulau Panas, Lahat, Wanto (53) tewas. Wanto tewas diterkam harimau di wilayah perbatasan Hutan Lindung yang masih di habitat dan jelajah harimau.

Tidah hanya itu, tim BKSDA Sumsel yang turun langsung ke lapangan menemukan adanya potongan kayu. Termasuk papan hasil olahan korban sebelum ia diterkam harimau.

"Ada bekas potongan kayu dan papan di lokasi beberapa lembar. Artinya kegiatan yang dilakukan di lokasi ilegal, ini masuk ke wilayah jelajah harimau," kata Kepala Seksi Konsevasi Wilayah II Lahat BKSDA Sumsel, Martialis Puspito.




Senin, 2 Desember 2019

Warga di Tebet Benawa, Dempo Selatan, Pagaralam dibuat geger. Seorang petani kopi, Marta diterkam harimau sumatera.

Marta yang sedang berkebun di kawasan Hutan Lindung tiba-tiba kaget didatangi harimau sumatera. Beruntung Marta selamat dari serangan binatang buas loreng dengan luka di bagian kaki.

Kamis, 5 Desember 2019

Warga di Tebet Benawa, Dempo Selatan kembali digegerkan. Sebab ada seorang petani kopi, Yudiansyah tewas diterkam harimau.

Mirisnya, Yudiansyah ditemukan tewas dengan hanya menyisakan kaki setelah seluruh tubuhya jadi santapan harimau. Bahkan lokasi Yudiansyah tewas hanya berjarak 200 meter dari tempat Marta diserang harimau.

"Lokasi kejadian Marta dan Yudiansyah ini hanya berjarak 200 meter. Diduga ini kejadian di hari yang sama, tapi korban Yudiansyah ditemukan 3 hari kemudian," kata Martialis Puspito.

Kamis, 12 Desember 2019

Warga di perbatasan antara Muaraenim dan Lahat kembali dibuat geger setelah seorang warga, Mustadi tewas diterkam harimau. Mustadi diterkam harimau saat memikat burung di dekat pondok kebun kopi.

Mustadi bersama seorang teman, Irian awalnya menggiling kopi sekitar pukul 17.00 WIB. Selesai menggiling kopi, ia pamit untuk memikat burung tidak jauh dari pondok yang juga masuk kawasan Hutan Lindung.

Tidak lama kemudian, Irian melihat ada seekor harimau melintas. Irian berteriak dan minta korban berlari, tetapi sayang korban keburu diterkam binatang buas tersebut.

Akibatnya, korban tewas dengan luka di leher, bahu, dada dan kedua kaki hilang telapaknya. Korban berhasil dievakuasi oleh masyarakat dan juga jajaran Polsek Kota Agung, Lahat.

Tercatat dari lima peristiwa itu, BKSDA Sumsel menyebut semuanya terjadi di Hutan Lindung. Di mana terdapat dua kantong harimau, yaitu Kantong Jambul Patah Nanti dan Kantong Bukit Dingin.

"Dalam kurun waktu sebulan, yaitu dari 15 November-13 Desember 2019 lima korban. Tiga meninggal dunia dan dua korban luka-luka," kata pria yang akrab disapa Tito.




Tonton juga video Petani Pagaralam Dimangsa Harimau Sumatera:

[Gambas:Video 20detik]



(ras/fdn)