Rilis Al-Qur'an Terjemahan Sunda-Palembang, Menag Bicara Pentingnya Literasi

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 11:25 WIB
Foto: Menteri Agama Fachrul Razi (Jefrie-detikcom)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi merilis Al-Qur'an dengan terjemahan ke bahasa Sunda dan Palembang. Selain itu, Fachrul juga merilis situs dan ensiklopedi keagamaan.

"Hari ini saya luncurkan Al-Qur'an terjemahan bahasa daerah Palembang dan Al-Qur'an terjemahan bahasa daerah Sunda, kemudian karya ulama nusantara online, kemudian buku ensiklopedi ulama nusantara dan website penilaian buku pendidikan agama," kata Menag Fachrul Razi di Jalan M.H. Thamrin, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2019).



Fachrul mengatakan literasi Al-Qur'an bagi umat Islam sangat penting. Menurutnya, Al-Qur'an merupakan pedoman hidup bagi kehidupan umat muslim.

"Literasi Al-Qur'an sangat penting sebab Al-Qur'an memiliki fungsi sebagai hudan, petunjuk bagi orang yang bertakwa hudalilmuttaqin. Selain itu Al-Qur'an juga berfungsi sebagai kompas bagi kehidupan manusia. Mengingat betapa pentingnya fungsi Al-Qur'an bagi kehidupan umat Islam maka umat Islam lebih dekat dengan Al-Qur'an," sambungnya.

Dia kemudian menyampaikan soal karya ulama yang juga dirilis hari ini. Fachrul mengatakan hal ini dapat menjadi peninggalan yang baik di lingkup negara hingga dunia.

"Karya ulama ini juga sebagai sumber referensi untuk perbaikan kurikulum pendidikan agama dan keagamaan. Karya-karya ulama ini dapat disebut sebagai Memory of Nusantara, bahkan dapat dipromosikan sebagai Memory of the World sebagai legacy dunia," ucap Fachrul.



Mantan Wakil Panglima TNI tersebut menyambut baik peluncuran situs penilaian buku agama. Menurutnya, Kementerian Agama melalui Badan Litbang dan Diklat memang mendapat amanah dari negara untuk menilai buku agama berdasarkan Undang-undang Nomor 3 tahun 2017 tentang Perbukuan Nasional.

"Dalam undang-undang tersebut termaktub pesan bahwa semua buku-buku pendidikan agama harus dinilai oleh menteri yang memiliki tanggung jawab di bidang agama, yakni Kementerian Agama. Semoga dengan adanya website penilian buku ini kita bisa meningkatkan kualitas layanan buku pendidikan agama, mulai dari pendaftaran, penilaian, sampai pada pemberian tanda pengesahan," jelasnya.



Tonton juga video Menag soal Aturan Majelis Taklim: Saya Tak Akan Cabut:

[Gambas:Video 20detik]



(jef/haf)