Round-Up

Celana Abu-abu Jadi Penyamaran, Lutfi Didakwa Merusuh di Senayan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 05:50 WIB
Lutfi Alfiandi bersama ibundanya (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Demonstrasi yang berakhir ricuh terjadi di akhir bulan September 2019. Saat itu mahasiswa hingga siswa SMK turun ke jalan menyuarakan aspirasi memprotes sejumlah revisi undang-undang di DPR.

Potret aksi pendemo saat itu beredar luas di media sosial. Salah satu yang terabadikan yaitu seorang yang mengenakan celana abu-abu khas siswa sekolah menengah atas atau kejuruan tengah menutupi wajahnya sembari membawa bendera Merah-Putih. Latar foto menunjukkan asap dari gas air mata yang ditembakkan polisi. Orang itu belakangan diketahui bernama Dede Lutfi Alfiandi.




Suara dukungan di media sosial bertebaran untuk Lutfi. Namun rupanya polisi menahan Lutfi. Namun bukan potret itu yang membawa Lutfi ke meja hijau.

Waktu berlalu hingga pada akhirnya Lutfi duduk di kursi pesakitan. Dukungan bagi Lutfi masih mengalir. Bahkan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto sampai memantau langsung jalannya sidang.

Celana Abu-abu Jadi Penyamaran, Lutfi Didakwa Merusuh di SenayanPotret Lutfi saat memegang bendera Merah-Putih yang viral (Foto: dok istimewa)


"Saya ingin memberikan support (kepada) Lutfi dan kawan-kawan. Di sini ruang yang tepat mencari keadilan, di sini tempat untuk memperjuangkan kebenaran," kata Didik.

Sebenarnya sebelum Lutfi diadili, ada belasan orang lainnya yang senasib dengannya. Mereka adalah pendemo dalam aksi yang sama. Namun dakwaan untuk Lutfi dibacakan terpisah.




Tonton juga video Sambangi DPR, IMM Minta Kasus Mahasiswa Tewas Demo Kendari Diusut:


Selanjutnya
Halaman
1 2 3