"Saya lebih melihatnya si pelaku persekusi ini adalah korban dari ajaran-ajaran yang disampaikan dai-dai yang menurut saya dalam pengajaran atau pengajiannya itu cenderung provokatif," kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita lihat itukan di sosial media itukan gampang sekali kan orang mengatakan kafir, bunuh, sesat, sirik, bid'ah, dan seterusnya. Gampang sekali orang untuk mengeluarkan kalimat-kalimat itu," sambungnya.
Dia mengimbau ujaran yang provokatif lebih bijak ditanggapi. Helmy menegaskan pelaku adalah korban dari keberagamaan yang keliru.
"Padahal ini harus teliti betul. Meski pun benar juga tidak seharusnya disampaikan. Jadi saya melebih melihatnya ini korban dari cara keberagamaan yang keliru," ucap Helmy.
Simak Video "Anggota Banser yang Dicap 'Kafir' Diamankan ke Pesantren"
Selain itu, dia juga bicara tentang adanya dugaan kalau peristiwa ini merupakan dampak dari Pilpres 2019. Menurutnya, peristiwa seorang pria men-cap kafir anggota Banser merupakan upaya mempolitisasi momentum politik dengan politik aliran.
"Bisa saja kalau saja ada orang yang menyampaikan ini ekses dari Pilpres yang kemudian membuat polarisasi seolah-olah berhadab-hadapan, 01-02, terus terlebih ada misalnya upaya untuk mempolitisasi momentum politik ini dengan apa yang disebut politik aliran, di mana sentimen agama itu dijadikan upaya untuk mengkapitalisasi dukungan sehingga menimbulkan kegaduhan. Itu mungkin saja," jelasnya.
Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan dua anggota Banser dipersekusi seseorang hingga dicap kafir gegara menolak dipaksa mengucapkan takbir viral di medsos. Dalam video tersebut, pelaku juga memaki anggota banser ini dengan sebutan binatang.
Pihak kepolisian mengaku telah berhasil menangkap pelaku persekusi yang memaki dan mencap 'kafir' ke anggota Banser di Jakarta Selatan tersebut. Pihak kepolisian mengatakan akan segera menjelaskan mengenai penangkapan pelaku ini.
"Iya betul (sudah ditangkap). Nanti habis magrib ada press release," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnawa saat dikonfirmasi, Kamis (12/11).
Halaman 2 dari 2











































