Anggota DPR ke Nadiem Jika UN Dihapus: Apa Tolok Ukur Prestasi Siswa?

Mochamad Zhacky - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 18:06 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim di Komisi X DPR (Mochammad Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi X DPR RI Sudewo mencecar Mendikbud Nadiem Makarim perihal dampak dari penghapusan Ujian Nasional (UN). Sudewo meminta Nadiem tidak terburu-buru menghapus UN.

"Menurut hemat saya, Pak Menteri, Pak Menteri jangan buru-buru mendeklarasikan ini. Dan jangan buru-buru menghapus UN," kata Sudewo dalam rapat kerja (raker) dengan Mendikbud di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Nadiem diketahui ingin mengganti UN dengan Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter. Sudewo khawatir kebijakan tersebut berimbas buruk terhadap pendidikan nasional.

"Jangan sampai ada satu gagasan yang seolah-olah bagus tapi implementasinya justru kontraproduktif, lebih buruk daripada UN itu sendiri," ucapnya.

"Saya bisa mengatakan demikian ada dasarnya. Mengapa? Karena UN itu, meskipun menurut penilaian Pak Menteri hanya penguasaan konten bukan kompetensi penalaran, tapi UN itu menggambarkan kemampuan seseorang, Pak Menteri," imbuh Sudewo.




Selanjutnya
Halaman
1 2