Hadiri Peringatan Hari HAM, JK Cerita Pengalamannya Tangani Konflik Poso

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 17:59 WIB
JK saat berpidato pada acara Hari HAM Internasional. (Dwi Andayani/detikcom)
JK saat berpidato pada acara Hari HAM Internasional. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan pengalamannya menjadi mediator dalam menangani konflik. JK mengatakan, untuk menjadi mediator, dibutuhkan keberanian yang lebih tinggi dibanding pihak yang berkonflik.

"Menjadi mediator harus di atasnya... kalau Anda di bawahnya, di bawah keberaniannya, nggak bisa. Ini prinsip-prinsip pengalaman dalam mengalami konflik dalam menjadi mediator," ujar JK dalam pidatonya pada acara Hari HAM Internasional 'Pengalaman, Tantangan, dan Masa Depan Mediasi di Indonesia dalam menyelesaikan konflik', di The Sultan Hotel, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/12/2019).


JK mengatakan menjadi seorang moderator harus memiliki sikap independen dan memahami masalah yang terjadi. JK kemudian menceritakan pengalamannya dalam menengahi konflik yang terjadi di Poso.

"Mediator harus independen, sebelum jadi mediator harus memahami masalahnya dengan betul. Kalau horizontal seperti yang saya alami di Poso dan Ambon itu antara masyarakat, dua pihak. Walaupun dari luar selalu dibayangkan konflik antara agama, padahal sebabnya bukan agama," kata JK.

Selanjutnya
Halaman
1 2