Bertemu Banggar DPR, Bupati Wajo Minta Dukungan Infrastruktur Pengairan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 17:22 WIB
Pertemuan pemerintah kabupaten/kota di Sulsel dengan Banggar DPR RI. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Pertemuan pemerintah kabupaten/kota di Sulsel dengan Banggar DPR RI. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Makassar - Bupati Wajo, Sulsel, Amran Mahmud meminta dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat untuk wilayahnya. Dia menyebut Wajo memiliki potensi pertanian yang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kondisi infrastruktur yang perlu mendapat perhatian di mana potensi pertanian yang ada di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Wajo, memiliki potensi yang cukup besar, lebih 100 ribu hektare dengan potensi air yang cukup besar," ujar Amran saat pertemuan dengan tim Banggar DPR RI di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (12/12/2019).

Amran mengatakan potensi air yang cukup besar di Wajo berasal dari daerah aliran sungai (DAS) permukaan tanah dan DAS bawah tanah. Salah satu sumber air besar berasal dari Danau Tempe. Namun belum didukung infrastruktur pengairan yang memadai.


"Sementara ini kami ajukan melalui Balai (dari kementerian terkait) untuk pompanisasi secara besar-besaran dari Danau Tempe yang cukup melimpah. Untuk bisa dialiri sampai 20 ribu hektare (lahan pertanian)," katanya.

Menurut Amran, jika pemompaan air tersebut terwujud, perekonomian masyarakat akan meningkat. "Khususnya di bidang pertanian," paparnya.

Amran juga meminta dukungan peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakatnya. Saat ini pihaknya tengah memohon kepada pemerintah pusat untuk dibangunkan rumah sakit regional.

"Jarak rujuk masyarakat kita yang selama ini dari Wajo ke Makassar itu jarak tempuhnya kurang-lebih 4 jam, bayangkan kalau dengan kondisi masyarakat kita yang sudah koma, sehingga ini kami berharap bisa hadir layanan kesehatan dengan dekat," imbuhnya.


Pemkab Wajo saat ini sudah berusaha menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Namun bagi mereka yang sakit parah rujukannya perlu ke Kota Makassar.

"Yang paling miris masyarakat kita ini adalah rujukannya cukup jauh, cukup panjang, sehingga kami berharap yang sekarang ini berproses (permohonan pembangunan rumah sakit regional) bisa lanjut dan hadir rumah sakit yang representatif untuk wilayah Kabupaten Wajo," kata Amran.

(nvl/fdn)