Gubernur Sebut Anggaran Mattoanging Rp 200 M, Banggar DPRD: Itu Lobi-Lobi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 16:50 WIB
Foto: Noval Dhwinuari Antony-detikcom./Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Selle KS Dalle
Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah didampingi Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif memastikan anggaran renovasi Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging di RAPBD 2020 sebesar Rp 200 miliar. Banggar DPRD Sulsel menilai pernyataan Nurdin sebagai bentuk lobi-lobi.

"Itu bagian dari lobi-lobi Pak Gubernur agar tidak dipangkas, kita hargai itu. Masih bagian dari lobi-lobinya," ujar anggota Banggar DPRD Sulsel, Selle KS Dalle saat dihubungi, Kamis (12/12/2019).

Menurut Selle, RAPBD Sulsel tahun 2020 memang belum diputuskan menjadi APBD karena masih proses evaluasi di Kementerian Dalam Negeri. Masih ada ruang anggaran renovasi Mattoanging yang diusulkan Rp 200 miliar berubah.




"Kemendagri waktu kita konsultasi ke sana menyatakan bahwa hal-hal seperti belanja modal, pemeliharaan aset, akan kami telisik baik-baik, kami cermati bagaimana norma yang mengatur soal itu," tuturnya.

Menurut Selle, selama ini Banggar DPRD hanya menyetujui anggaran Mattoanging sebesar Rp 150 miliar karena menuntut pihak Pemprov Sulsel untuk menyelesaikan detail engineering design (DED) dari rencana renovasi Mattoanging. DED dinilai penting karena di tahun anggaran 2019 beberapa program infrastuktur yang telah disetujui DPRD tidak terserap dengan baik. Alasannya karena saat penganggaran tidak disertai DED yang matang.

"Misalnya rest area, kemudian rumah sakit regional, kemudian kapal terapung (ambulans laut) untuk pelayanan kesehatan, itu semua kan tidak direncanakan secara baik," imbuhnya.





"Nah karena ini stadion Mattoanging ini akan dipergunakan oleh publik dalam jumlah massal, pertama kita butuhkan rancangan desainnya yang sudah fix dan terjamin konstruksinya. Makanya kita dorong DED tuntas," lanjutnya.

Selle memastikan Banggar DPRD Sulsel mendukung penuh rencana Nurdin untuk merenovasi Mattoanging secara menyeluruh.

"Tetapi bahwa kemudian ada pandangan sikap Banggar untuk memangkas dan mendorong DED fokus dituntaskan, itu juga harus diterima sebagai sesuatu yang dalam semangat mempergunakan anggaran secera efektif," jelasnya.



Banggar Apresiasi Rencana Desain Mattoanging

Desain dari Stadion Mattoanging yang baru telah dipublikasikan oleh Pemprov Sulsel. Banggar mengapresiasi wajah baru Mattoanging yang dirancang dengan terinspirasi dari kapal pinisi, tenun Bugis, dan logo PSM Makassar.

"Itu sebuah rancangan yang menarik, tapi kita berharap ada pilihan-pilihan (desain lainnya). Jangan hanya 1 desain, 2 sampai 3 desain yang dikasih lihat, yang dipilih dengan berbagai macam penjelasan. Jadi dipilih, tentu ada kekhasan Sulawesi Selatan. Jangan dihilangkan sama sekali citarasa Sulsel," kata Selle.

Selle menilai filosofi dari identitas masyarakat Bugis-Makassar seperti kapal pinisi dan tenun Bugis memang penting diimplementasikan dalam desain Mattoanging yang baru.




"Kalau perlu masing-masing pernak perniknya itu ada pesan, ada makna di balik itu semua, sehingga itu akan menjadi ikon baru dan punya nilai dan daya tarik sendiri," ujarnya.

Meski desain baru Mattoanging telah dipublikasikan, namun Selle mengatakan pihaknya masih menunggu desain Mattoanging yang diserahkan secara resmi ke Banggar DPRD. Desain yang diserahkan tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan DPRD dalam menyetujui anggaran renovasi.

"Penjelasannya dulu TAPD begitu, bahwa yang diminta membuat DED ini adalah orang yang berprengalaman sejumlah gedung-gedung olahraga yang terbaru di Indonesia dan rata-rata menjadi ikon baru di masing-masing daerahnya. Kita senang saja, kita apresiasi, kita sambut baik itu, bahwa memang itu yang kita harapkan, kita mendorong renovasi gedung Andi Mattalatta ini supaya bisa menjadi ikon baru di Sulsel," jelasnya. (nvl/fdn)