Warga Tanah Abang Rasakan Mudahnya Urus BPJS Kesehatan di Mobil MCS

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 15:38 WIB
Nurcholis Maarif/detikcom
Jakarta -
BPJS Kesehatan menyediakan layanan jemput bola Mobile Customer Service (MCS) buat memudahkan warga yang ingin mengurus Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Tak jauh beda dengan pelayanan di kantor cabang, MCS dapat melayani seluruh administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Hal ini pun turut dirasakan beberapa warga Tanah Abang dan sekitarnya saat mobil MCS singgah di Puskesmas Tanah Abang pada Kamis (12/12/2019).


Salah seorang warga Pejompongan, Jakarta, Yati (38), ikut memanfaatkan layanan tersebut untuk mendaftarkan keluarganya yang terdiri dari suami dan satu anaknya ke kepesertaan BPJS Kesehatan kelas.

"Tadi nanya ke orang-orang ada apa ramai-ramai. Pas tahu (ada layanan MCS) sekalian saya daftar. Sebelumnya ada kendala di administrasi, anak saya di KK salah jenis kelamin. Makanya baru daftar sekarang, pas banget ada (MCS) ini," ujarnya.

Selain Yati, ada juga Nurhayati (60), warga Tanah Abang yang datang bersama suaminya. Ia memanfaatkan MCS yang singgah di sekitar rumahnya untuk aktivasi kartu BPJS Kesehatan miliknya yang sudah mati.

Warga Tanah Abang Rasakan Mudahnya Urus BPJS Kesehatan di Mobil MCSFoto: Nurcholis Maarif/detikcom

"Belum lama ini suami saya sakit, mau periksa, tahunya (kartu) BPJS-nya mati. Ke sini mau ngaktifin lagi. Tadi bagian pendaftaran dimudahkan, apa-apa ga dipersulit," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas M mengatakan layanan jemput bola MCS ini sebenarnya sudah lama dilakukan pihaknya. Pasalnya selain MCS, BPJS Kesehatan juga menerima layanan administrasi lewat kantor cabang, BPJS Kesehatan Care Center, dan Mobile JKN.


"Ini juga jadi momen sosialisasi layanan turun kelas perawatan buat warga jelang penyesuaian iuran BPJS di awal tahun nanti. Sebelumnya kan, warga bisa pindah kelas setelah satu tahun jadi peserta, ini bisa jadi pilihan alternatif," ucapnya.

Iqbal juga menyebut setiap kabupaten atau kota minimal memiliki satu hingga dua unit mobil MCS. Adapun secara teknis diserahkan ke masing-masing pengelola untuk menyapa warga dengan layanan yang disediakan.
(ega/ega)