Cerita soal Adian Napitupulu Datangi Lokasi Razia untuk Bayar Pajak Mobil

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 14:52 WIB
Adian Napitupulu (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Adian Napitupulu (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Ada pemandangan menarik saat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menggelar razia pajak kendaraan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Anggota DPR dari Fraksi PDIP Adian Napitupulu mendatangi lokasi razia untuk membayar pajak.

Peristiwa itu terjadi kemarin, Rabu (11/12) di depan Taman Makam Pahlawan (TMP), Jakarta Selatan. Dengan mengenakan kaus berwarna putih, Adian menyambangi loket pembayaran yang berada di lokasi razia.

"Dia kan melintas, istrinya. Kan memang dekat rumahnya kan di situ kan. Nah dia mampir. Ngobrol-ngobrol. Kemudian ada satu STNK yang dibayar sama dia," kata Kepala Samsat Jakarta Selatan, Khairil Anwar kepada wartawan, Kamis (12/12/2019).



Khairil mengungkapkan di situ, Adian membayarkan pajak mobil. Dia mengatakan, pajak yang dibayarkan adalah mobil Honda Jazz milik istri Adian.

"Pajak kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor roda 4. KBM roda 4 milik istrinya," imbuh dia.

Khairil menjelaskan, Adian menyambangi lokasi razia sekitar pukul 09.00 WIB lebih. Khairil saat itu juga tengah berada di lokasi. Seperti diketahui, hingga 30 Desember 2019 mendatang, Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar razia pajak kendaraan di seluruh ruas jalan DKI Jakarta.

"Kemarin saya ada di lokasi. Ngobrol sama dia. Habis dari situ, kemudian ke Kebayoran Baru, nempel stiker. Yang mercy itu," kata Khairil.



Penjelasan Adian Napitupulu

Terpisah, Adian membenarkan cerita tentang dirinya yang membayar pajak di lokasi razia di TMP Kalibata, Jaksel. Adian mengatakan sengaja mendatangi lokasi razia lantaran diberi informasi adanya loket pembayaran pajak di sana.

"Lagi lewat, ada yang bilangin ke gue, 'di situ ada tempat bayar pajak mobil'. Ya gue datang," kata Adian.

"(Lokasi razia) Emang deket rumah, tadinya mau jalan kaki, kemudian ada temen lewat 'lu mau kemana Ian', 'mau ke sini', yaudah ikut dah," imbuhnya.

Adian pun melontarkan pujian pada sistem jemput bola yang dilakukan Ditlantas Polda Metro Jaya. "Kan sering sekali kita ini terbentur kepada jarak, keterbatasan waktu. Makanya pola jemput bola begitu bagus lagi," tutur Adian.

Dia berharap ke depan, polisi memberikan opsi pembayaran pajak bagi masyarakat. Hal itu, kata Adian, guna memudahkan pembayaran pajak kendaraan.

"Kalau gue sih pengennya membuka opsi pembayaran pajak boleh setahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun, kalau bisa boleh per-enam bulan mungkin karena kagak punya duitkan. Ya masalah kalau dibuka opsi misalnya bisa nggak pajak per-enam bulan, bagus-bagus saja menurut gue, kalau orang itu nggak punya duit? Bisa bayar enam bulan dulu, enam bulan kemudian lagi bayar pajak lagi. Sederhananya, semakin banyak pilihan, semakin baik buat rakyat gituloh," tuturnya. (mae/imk)