Mensos Minta Riset Program Pemberdayaan Sosial Lebih Diperkuat

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 10:15 WIB
Foto: Dok Kemensos
Foto: Dok Kemensos
Jakarta - Menteri Sosial Juliari P. Batubara memastikan kebijakan dan program di Kementerian Sosial (Kemensos) sudah banyak yang berbasiskan riset. Selain terkait social protection, ia juga meminta badan litbang Kemensos memperkuat riset terkait social empowerement (pemberdayaan sosial).

"Sudah banyak kebijakan yang diambil Kementerian Sosial dalam pembangunan kesejahteraan sosial yang berdasarkan riset. Tidak asal. Penelitian juga digunakan dalam konteks evaluasi terhadap program, apakah sudah tepat sasaran," kata Mensos dalam keterangan tertulis, Kamis (12/12/2019).

Kepada Kepala Badan Pendidikan Pelatihan dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Syahabuddin, Juliari meminta agar dilakukan kajian terkait pemberdayaan sosial tersebut.


"Bapak Kabadan, ke depan kita harus lebih banyak riset terkait dengan pemberdayaan sosial" kata Juliari.

Lebih lanjut Juliari menjelaskan, riset dan kebijakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

"Melalui riset yang terstruktur, bisa diperoleh data dan informasi, serta pengetahuan tentang permasalahan, tantangan dan peluang serta potensi penyelenggaraan kesejahteraan sosial," kata Juliari.

"Penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dibangun dengan kebijakan berkualitas adalah kebijakan yang dapat diimplementasikan dengan efektif dan rasional. Juga memberikan solusi terhadap persoalan sosial yang semakin kompleks," imbuhnya.

Ia menekankan, pelaksanaan program perlindungan sosial tidak diarahkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasar. Oleh karena itu riset menjadi sangat penting dalam menyusun kebijakan dan program.

"Namun juga untuk memperkuat pemberdayaan dan ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai goncangan dan dampak negatif dari kemajuan teknologi dan informasi," katanya.

"Riset menjadi alat dalam membantu pengambilan keputusan tentang apa yang perlu atau tidak perlu dilakukan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan Pelatihan dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Syahabuddin mengatakan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (Puslitbang Kesos) sedang meretas kerja sama bidang riset dan pengembangan kebijakan, serta peningkapatan kapasitas SDM dengan Universitas South Australia.

"Nota kerja sama sedang dibahas kedua pihak. Penyelenggaraan Workshop ini merupakan bagian dari rencana kerja sama tersebut," kata Syahabuddin.


Ia mengatakan tema workshop 'Towards Qualified Social Welfare Policy Based On Research' mencerminkan tekad Kemensos mendorong kebijakan yang semakin berkualitas.

"Kebijakan yang semakin berkualitas terkait kesejahteran sosial harus didukung oleh bukti yang didapat dari penelitian yang terstruktur," kata Syahabuddin.

Sejauh ini, kata Syahabuddin, Puslitbang Kesos telah melakukan berbagai kajian dan penelitian kesejahteraan sosial yang menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program kesos. Misalnya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rencana Strategis Kementerian Sosial, hingga Kebijakan Arah Baru Pembangunan Kesejahteraan Sosial Indonesia 2020-2024.


Simak Video "Mensos Ingin Kementeriannya Rekrut PNS Difabel Lebih dari 2 Persen"

[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)