Round-Up

Peringatan di Balik Absennya Penghargaan Antikorupsi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 08:00 WIB
Potret Bung Hatta (Foto: dok detikcom)
Jakarta - "Komitmen pemerintah untuk tetap gigih memerangi korupsi itu tampaknya sedang mencapai titik berbeda,"

Kalimat itu disampaikan Natalia Soebagjo sebagai salah satu pengurus perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA). Dia mewakili pengurus lainnya merasa prihatin dengan kondisi saat ini.




Situasi itu pula yang membuat BHACA absen tahun ini. Penghargaan bergengsi bagi tokoh antikorupsi tersebut pun tidak beralamat pada siapapun.

Peringatan di Balik Absennya Penghargaan AntikorupsiYoyok Riyo Sudibyo dan Tri Rismaharini saat menerima BHACA pada 2015 (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)


"Berbagai pertimbangan yang diberikan dewan juri belum ada calon yang memadai dan kondisi sekarang yang memprihatinkan jadi rasanya kita perlu melihat kemauan kita untuk pemberantasan korupsi," kata Natalia.

Bukan tanpa alasan. Tahun ini terjadi dinamika yang benar-benar mengusik muruah pemberantasan korupsi. Mulai dari revisi Undang-Undang KPK yang bagi KPK sendiri berpotensi melemahkan pemberantasan korupsi hingga proses pemilihan Pimpinan KPK baru yang kontroversial.

"Jadi oleh karena itu kita merasa tidak waktunya memberikan penghargaan," kata Natalia.