Investor Dompet Digital Diramal Makin Banyak

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 23:14 WIB
Foto: Shutterstock
Jakarta - Penggunaan uang elektronik dan dompet digital seperti Gopay, OVO, DANA, LinkAja diperkirakan akan semakin mengalami multifungsi dua hingga empat tahun ke depan. Tak hanya untuk konsumsi sehari-hari seperti naik ojek online dan pesan makanan, tetapi juga dapat digunakan untuk investasi atau produk asuransi.

Menurut Raditya Pramana dari Venturra Capital, perkembangan ini akan menjadi fondasi baru untuk berkembangnya industri baru. Fintech-fintech ini juga juga akan membuka akses dan kesempatan ke setiap orang.

"Karena itu tadi usecase-nya paling jelas, likuiditas dari setiap mereka cukup tinggi. Karena bisa dipakai apa saja orang jadi mau taruh uang lebih banyak. Mulainya dari bisa naik ojek, bisa naik taksi online, orang mau naruh uang itu fase satu misalnya top up Rp 100 ribu," ucapnya dalam acara Tarumanegara Fintech Forum di Grand Hyat, Jakarta pada Rabu (11/12/2019).


Raditya mengatakan ke depannya, para pemain e-wallet akan membesarkan ranah penggunaan uang elektronik tersebut. Hasilnya pengguna kini tak ragu untuk menaruh uang mereka atau top up hingga Rp 5 juta karena tahu akan terpakai tak hanya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kalau orang udah naruh e-wallet di angka Rp 5 juta mungkin sangat jauh, tapi bisa usecase makin lebih banyak lagi. Bisa investasi di reksadana, untuk membeli produk asuransi, meski di Indonesia itu masih limited, tetapi bisa dan tidak hanya usecase yang jatuhnya konsumsi banget," imbuhnya.

Perkembangan ini, kata Raditya, akan mengundang investor untuk terus menaruh uangnya di berbagai fintech tersebut. Ia mencontohkan lima tahun ke belakang belum ada investor yang mau memodali koin untuk membeli game karena penjualannya di bawah 1% untuk Indonesia dan di global 3%.


"Sekarang itu atraktif karena gampang banget, beli koin di game online. Dulu bayar Rp 5.000 harus transfer lewat Indomaret. Sekarang tinggal klik. Monetizing game," pungkasnya. (prf/ega)