Indeks Kerukunan Beragama Sejumlah Provinsi Rendah, Ma'ruf Ingatkan Pancasila

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 23:02 WIB
Wapres Ma'ruf Amin (Puspen Kemendagri)
Jakarta - Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019 sejumlah provinsi masih rendah di bawah rata-rata berdasarkan survei Kementerian Agama (Kemenag). Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan pembinaan akan terus dilakukan.

"Ya kita tentu akan menjaga kerukunan sesuai dengan Pancasila sila ke-3 Persatuan Indonesia dan kita akan terus melakukan upaya-upaya pembinaan melalui berbagai instrumen-instrumen yang ada yang misalnya melalui Kementerian Agama dan kementerian-kementerian terkait lainnya," kata Ma'ruf di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).


Selain itu, lanjut Ma'ruf, pembinaan bisa dilakukan melalui majelis-majelis agama, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Walubi), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), hingga Forum Kerukunan Antar-Umat Beragama (FKUB) yang sudah ada di setiap provinsi ataupun kabupaten.

"Nah, ini yang akan kita efektifkan semua itu kemudian melalui dialog-dialog kebangsaan, baik di tingkat nasional maupun di tingkat regional. Dan tentu kita akan melakukan kegiatan-kegiatan yang mencerminkan seperti olahraga, gerak jalan, seni, atau itu jadi semua ini akan dibangun dalam rangka menjaga kerukunan itu," ujarnya.

Kemenag sebelumnya merilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Hasilnya nilai rata-rata nasional di angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100.

Survei untuk KUB itu dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan pada Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat) Kemenag. Merujuk pada angka KUB nasional 73,83 terdapat sejumlah provinsi yang berada di bawah rata-rata nasional.
Selanjutnya
Halaman
1 2