Round-Up

Kisah Faldo: Sumangaik Besar Berujung Ambyar

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 21:08 WIB
Foto: Faldo Maldini. (Ari Saputra/detikcom).

Soal gugatan yang ditolak, Faldo mengaku menerimanya. Meski begitu, mantan juru bicara timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu pun menunjukkan kekecewaannya. Ia lalu membandingkan Indonesia dengan Finlandia yang baru saja melantik perdana menterinya, Sanna Marin, di usia 34 tahun.

"Baru 10 Desember yang lalu, Finland punya perdana menteri usia 34 tahun. Dunia sudah berubah, tidak seperti sepuluh tahun atau dua puluh tahun yang lalu," ujar Faldo dalam keterangan tertulis, Rabu (11/12/2019).

Ketua DPW PSI Sumatera Barat ini mengatakan tetap akan berjuang untuk Sumbar meski tak bisa maju di Pilgub 2020. Menurut Faldo, perjuangannya terkait batas usia pendaftaran calon kepala daerah belum usai. PSI, menurutnya, akan memperjuangkan revisi UU Pilkada bila masuk ke DPR RI pada Pemilu 2024.

"Apa yang saya sudah lakukan di Sumbar lanjut terus. Tidak akan berhenti gara-gara putusan ini. Sumangaik Baru (Semangat Baru) akan bekerja terus. Saya yakin PSI memperjuangkan revisi UU Pilkada terkait batas usia di parlemen bila kami nanti dipercaya ke DPR oleh publik. Masih ada pertarungan politik," tegas Faldo.

Harapan Ambyar

Kekecewaan juga datang dari relawan Faldo. Direktur Relawan Sumangaik Baru, Ferry Mukli mengaku sedih atas keputusan MK hari ini.

"Yang jelas, kami sakit, ambyar. Walaupun, Faldo tadi waktu saya hubungi, sudah terdengar ikhlas. Ratusan kali telpon saya berdering hari ini. Mereka sedih semua, sama seperti saya," kata Ferry kepada wartawan.

Ferry mengaku Sumangaik Baru mendapat sambutan sangat besar dari masyarakat Sumatera Barat. Dia mengaku berkeliling dengan Faldo mengunjungi warga ke lebih dari tiga ratus lokasi.

"Saya langsung temani Faldo. Saya merasakan harapan untuk perubahan di lebih dari tiga ratus titik selama dua bulan ini. Kami padahal sudah bikin janji dengan warga sebanyak seratus titik bulan ini untuk berdialog dengan Faldo. Sumbar sedang butuh perubahan yang revolusioner, butuh pemimpin seperti Faldo. Pasti, mereka kecewa sekali," tutur Ferry.


Sama seperti Faldo, ia memastikan gerakan Sumangik Baru akan terus berlanjut meski Faldo tak bisa maju di Pilgub Sumbar 2020. Menurut dia, ada banyak masukan dari relawan terkait Sumangaik Baru dalam beberapa waktu ke depan.

"Sumangaik Baru lanjut terus. Tujuannya buat lahirkan kepemimpinan terbaik. Faldo sendiri, sepertinya akan lakukan pertemuan dengan relawan untuk menerima pandangan. Kan kita sudah punya kordinator di 19 kabupaten dan kota, yang sudah punya planning masing-masing. Faldo bilang tidak mau ambil keputusan sendiri," tutup Ferry.
Halaman

(elz/imk)