PKS soal Banser Dipersekusi dan Dicap 'Kafir': Janganlah Kita Main Provokasi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 18:24 WIB
Foto: Presiden PKS Sohibul Iman. (Zhacky-detikcom)
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta aparat penegak hukum menindak oknum yang melakukan persekusi kepada anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama. PKS mengimbau seluruh elemen masyarakat tidak melakukan provokasi.

"Menurut saya itu tidak proporsional ya, jangan lah kita main provokasi-provokasi begitu ya. Saya kira nggak betul tuh hal-hal gitu ya. Sebaiknya kita menciptakan suasana yang adem jangan memprovokasi siapapun," kata Presiden PKS Sohibul Imam di Sekretariat Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).


Menurutnya, kekafiran seseorang itu tidak dapat diartikan ketika seseorang tidak mau mengucap takbir. Dia menyebut status kekafiran orang itu dinilai dari banyak faktor.

"Ketika orang tidak takbir disebut kafir, status kekafiran seseorang bukan terletak pada satu ucapan, tapi pada perbuatan yang lebih luas ya," jelasnya.

Dia juga mempersilakan bila penegak hukum memproses oknum yang mempersekusi dua anggota Banser itu. "Kita kan negara hukum. Silakan saja kalau itu memang melanggar hukum, harus ditindak ya," tuturnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan dua anggota Banser dipersekusi seseorang hingga dicap kafir gegara menolak dipaksa mengucapkan takbir viral di medsos. Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik itu, tampak dua anggota Banser mengenakan seragam bicara dengan seseorang yang merekam video sambil menunjuk-nunjuk mereka.


Video itu diawali makian 'monyet' untuk bertanya di mana e-KTP kedua anggota Banser itu. Salah satu anggota Banser tersebut tampak bertanya balik alasan pria yang kemudian terlihat mengenakan kaus dan topi hitam itu mempertanyakan e-KTP mereka. Percakapan kemudian berlanjut dengan mempertanyakan alasan dua anggota Banser berada di Jakarta. Dalam video itu, tampak percakapan itu terjadi di seberang sebuah toko roti.

Anggota Banser itu kemudian menjawab keberadaan mereka di Jakarta terkait Gus Muwafiq. Orang yang merekam video itu kemudian meminta dua anggota Banser tersebut mengucap takbir, tapi anggota Banser itu mempertanyakan alasan dia harus mengucap takbir saat itu. (zap/fjp)