UMN Jadi Kampus Swasta Paling Hijau Se-Indonesia

content promotion - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 16:08 WIB
Foto: UMN
Jakarta -

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi perguruan tinggi peringkat 3 terbaik dalam hal pengelolaan energi dan air di Indonesia. Sedangkan di dunia, UMN berada di peringkat 60 dalam kategori pengelolaan energi dan perubahan iklim (Energy & Climate Change) dan peringkat 41 dalam pengelolaan air (Waste).

Pencapaian tersebut diraih UMN berdasarkan riset UI GreenMetric World University Rankings 2019 di mana secara umum UMN menempati peringkat ke-13 kampus hijau berkelanjutan di Indonesia dan peringkat ke-1 PTS (Perguruan Tinggi Swasta) paling hijau di Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor II UMN Andrey Andoko menyampaikan bahwa kondisi energi dan air yang semakin mahal dan langka, mendorong pengelolaan energi dan air menjadi penting untuk dilakukan.

"Saat ini harga energi semakin mahal, energi fosil juga semakin habis dan berkontribusi pada pemanasan global. Untuk itu, energi harus dihemat. Air juga harus dihemat, karena dikhawatirkan banyak daerah yang akan mengalami kekurangan air," kata Andrey dalam keterangannya, Rabu (11/12/2019).

Dengan memiliki bangunan hijau serta melakukan penghematan energi dan air, maka UMN ikut berkontribusi dalam melestarikan lingkungan.

"UMN memiliki bangunan yang hemat energi dan air. Air limbah didaur ulang sehingga bisa digunakan kembali, air hujan ditampung dan dialirkan ke tanah melalui biopori sehingga tidak ada (air) yang terbuang," ucapnya.


UMN Jadi Kampus Swasta Paling Hijau se-IndonesiaFoto: UMN

Belajar Manajemen Energi di UMN

Sebagai kampus yang memiliki gedung-gedung berpredikat hemat energi dalam tingkat nasional dan ASEAN, UMN memfasilitasi pembelajaran terkait pengelolaan energi dan bangunan hijau (green building) melalui program studi (prodi) Teknik Fisika.

Ketua Prodi Teknik Fisika UMN Muhammad Salehuddin memaparkan bahwa kepemilikan gedung-gedung berpredikat hemat energi tersebut menjadi keunggulan Teknik Fisika UMN. Mahasiswa dapat mempelajari ilmunya secara teori dan penerapannya secara nyata.

"Tidak semua kampus memiliki gedung berpredikat hemat energi. Di UMN, gedung-gedung berpredikat hemat energi ini justru menjadi living laboratory bagi mahasiswa Teknik Fisika. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi energy saving building secara teori, melainkan juga mempelajari secara nyata penerapan teknologi tersebut, sehingga UMN menjadi PTS paling hijau di Jakarta," tuturnya.

Selain itu, sebelum praktik kerja magang mahasiswa UMN juga mendapatkan sertifikasi bidang green building yang menjadi nilai tambah (added value) bagi mereka.

"Sebelum praktik kerja magang, mahasiswa Teknik Fisika UMN akan mendapatkan sertifikasi bidang green building. Hal ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi mereka untuk siap memasuki dunia industri," tandasnya.


Tonton juga HUT ke-74 Kesehatan, KSAD Beri Penghargaan Prajurit Kesehatan :

[Gambas:Video 20detik]

(ads/ads)