Ada Opsi Bung Hatta Anti-Corruption Award Ditiadakan Tahun Ini, Kenapa?

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 12:17 WIB
Pakar Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Pakar Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) untuk tahun ini kemungkinan ditiadakan. Salah satu pertimbangannya berkaitan dengan kondisi KPK.

"Kita sudah rapatkan opsi-opsi (untuk meniadakan BHACA tahun ini) itu ada, tapi apakah diumumkan kapan, lebih baik saya menunggu semua dewan juri, karena keputusan ini ada (pada) keluarga Bung Hatta," ujar Pakar Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Rabu (11/12/2019).

Zainal Arifin merupakan salah satu dewan juri untuk BHACA bersama Yopie Hidayat, Agung Pambudi, Bivitri Susanti, dan Betti Alisjahbana. BHACA merupakan penghargaan bagi tokoh antikorupsi yang digelar setiap 2 tahun.

Kembali pada keterangan Zainal Arifin. Dia menyebutkan pertimbangan tentang munculnya opsi peniadaan penghargaan tahun ini, salah satunya soal kondisi pemberantasan korupsi yang dinilainya kritis.




"Ada pembicaraan soal kondisi krisis pemberantasan korupsi karena KPK dibunuh dan sebagainya. Tapi apapun itu masih kita bicarakan keputusan belum final masih menunggu. Opsi-opsi itu ada," ucapnya.

Namun sekali lagi Zainal Arifin menyampaikan bila keputusan final soal ada tidaknya BHACA tahun ini ada pada pengurus Yayasan Keluarga Bung Hatta. Dia menyampaikan dalam waktu dekat akan ada keterangan mengenai hal itu.

"Opsi itu dibicarakan tapi bagaimanapun saya tidak mau mendahului keluarga Bung Hatta. Ini adalah yayasan di bawah keluarga Bung Hatta," tuturnya. (ibh/dhn)